YAHUKIMO,— Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui rancangan proyek perubahan bertajuk “Yahukimo KB Terintegrasi: Penguatan Tata Kelola Data dan Pelayanan Keluarga Berencana Berbasis Kampung melalui Kolaborasi Lintas Sektor.”
Rancangan proyek perubahan yang disusun oleh Dianna Wakum, S.Pd.SD., M.Pd., ini bertujuan memperkuat tata kelola data keluarga sekaligus memperluas jangkauan pelayanan Keluarga Berencana (KB) agar lebih tepat sasaran, terintegrasi, dan menjangkau masyarakat hingga kampung-kampung terpencil di Kabupaten Yahukimo.
Kabupaten Yahukimo memiliki wilayah yang luas dengan tantangan geografis yang cukup kompleks. Wilayah ini mencakup 51 distrik dan 517 kampung. Kondisi geografis, keterbatasan transportasi, infrastruktur jalan, serta jaringan komunikasi menjadi tantangan dalam pelaksanaan pendataan keluarga, distribusi alat dan obat kontrasepsi, serta penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Berdasarkan Laporan Kinerja DP2KB Tahun 2025, tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang Keluarga Berencana tercatat sebesar 5,80 persen dari target 19,34 persen. Sementara itu, persentase peserta KB aktif mencapai 9,67 persen dari target 29,01 persen.
Data tersebut menunjukkan perlunya penguatan strategi pelayanan KB melalui penyediaan data yang akurat, peningkatan edukasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor untuk memperluas akses pelayanan hingga ke tingkat kampung.
Perkuat Data Keluarga Berbasis Kampung
Melalui inovasi Yahukimo KB Terintegrasi, DP2KB mendorong penguatan basis data keluarga, khususnya data pasangan usia subur (PUS) dan peserta KB. Data tersebut diharapkan dapat divalidasi dan diperbarui secara berkala agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Data yang akurat menjadi dasar penting dalam perencanaan program, penentuan sasaran pelayanan, distribusi logistik kontrasepsi, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program KB.
Selain itu, inovasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Informasi Keluarga (SIGA) sebagai sarana pendukung pengelolaan data, pengambilan keputusan, dan penyusunan kebijakan pelayanan KB di Kabupaten Yahukimo.
Libatkan Lintas Sektor hingga Kampung
Pelaksanaan Yahukimo KB Terintegrasi membutuhkan dukungan berbagai pihak, antara lain DP2KB, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah distrik, pemerintah kampung, kader KB, penyuluh, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk meningkatkan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), memperkuat kapasitas kader dan penyuluh, serta memastikan kebutuhan pelayanan KB dapat dijangkau masyarakat secara lebih merata.
Pendekatan berbasis kampung juga diharapkan mendorong keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menyampaikan informasi tentang KB dengan memperhatikan kearifan lokal dan karakteristik masyarakat setempat.
Dilaksanakan dalam Tiga Tahapan
Rancangan proyek perubahan Yahukimo KB Terintegrasi direncanakan melalui tiga tahapan pelaksanaan, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Pada tahap jangka pendek selama 0–3 bulan, kegiatan difokuskan pada pembentukan tim pelaksana, penetapan lokasi percontohan, konsolidasi dan validasi data, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta pembentukan forum koordinasi lintas sektor.
Selanjutnya, pada tahap jangka menengah selama 4–12 bulan, program diarahkan pada perluasan model pelayanan KB terintegrasi ke distrik dan kampung lainnya, peningkatan kapasitas kader dan penyuluh, pemenuhan kebutuhan logistik kontrasepsi, serta penguatan edukasi kepada masyarakat.
Sementara itu, tahap jangka panjang selama 1–3 tahun difokuskan pada pelembagaan sistem pelayanan, pengembangan dasbor pemantauan kinerja, integrasi data ke dalam perencanaan program, serta perluasan penerapan model pelayanan secara bertahap ke seluruh 51 distrik dan 517 kampung di Kabupaten Yahukimo.
Dorong Keluarga Sehat dan Sejahtera
Melalui inovasi Yahukimo KB Terintegrasi, DP2KB Kabupaten Yahukimo diharapkan dapat meningkatkan kualitas data sasaran, memperluas akses pelayanan KB, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong peningkatan partisipasi peserta KB aktif.
Inovasi ini tidak hanya berfokus pada pembenahan administrasi dan pengelolaan data, tetapi juga pada upaya membangun sistem pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta partisipasi keluarga, Yahukimo KB Terintegrasi diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana dan mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Yahukimo.(Redaksi)
