Tentang Kami

Jurnalisme warga mulai diperbincangkan di Indonesia pada era 90-an. Namun baru pada 2004 ketika tsuname Aceh dengan munculnya Cut Putri yang merekam tragedi tsunami dan menyebarluaskan itu, jurnalisme warga menjadi bertubuh.

Sudah sejak itu peran warga sebagai “pewarta berita” baik perseorangan maupun komunitas tak terbendung lagi. Apalagi sekarang, dimana media sosial sudah menjadi “konsumsi referensi”.

Menyadari hal itu, sekaligus pentingnya menyebarkan informasi pembanding “dari, oleh dan untuk warga” plus sebagai medium penggandaan ide-ide kritis, cerdas dan berkelanjutan, para sahabat jurnalis di Jayawijaya (Wamena) dalam kerja sama dengan para aktivis menggagas terbentuknya Jurnalisme Warga Noken. Salah satu media publikasinya adalah website nokenwene.com ini.

Inisiatif ini muncul pada 2013 dan kemudian melembaga pada 2015 awal. Berbagai aktivitas dijalankan oleh komunitas ini, di antaranya memberikan pelatihan jurnalistik di sekolah dan kampung-kampung. Tujuannya bukan hanya memperkenalkan baca dan tulis, tetapi juga membangun solidaritas publik akan pentingnya “mengatakan yang harus dikatakan”. Papua Nyawene-Papua Bercerita, demikian kurang lebih ringkasan maksudnya.

Artikel Terkini