YAHUKIMO—Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Yahukimo menyosialisasikan proyek perubahan optimalisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendukung pembiayaan pembangunan di Kabupaten Yahukimo.
Kepala Bapenda Kabupaten Yahukimo, Mathius, S.Hut., selaku narasumber mengatakan, proyek perubahan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan daerah melalui penguatan mekanisme pemungutan opsen PKB dan koordinasi lintas sektor.
“Optimalisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kerja sama lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan efektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Mathius.
Ia menjelaskan, opsen PKB merupakan pungutan tambahan pajak yang menjadi penerimaan pemerintah kabupaten/kota dan dipungut bersamaan dengan PKB yang dikelola pemerintah provinsi. Kebijakan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
“Besaran opsen PKB ditetapkan sebesar 66 persen dari PKB terutang sebagai dasar pengenaan opsen, bukan 66 persen dari harga kendaraan. Penerimaan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Menurut Mathius, optimalisasi penerimaan opsen PKB membutuhkan sinergi antara Bapenda, pemerintah provinsi, Samsat, pihak perbankan, perangkat daerah terkait, serta Kepolisian Republik Indonesia.
“Melalui koordinasi yang baik, kita dapat meningkatkan akurasi data kendaraan bermotor, memperkuat rekonsiliasi penerimaan, dan mendorong masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya,” katanya.
Ia menambahkan, proyek perubahan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan daerah, tetapi juga pada pembenahan tata kelola perpajakan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap proyek perubahan ini dapat berjalan secara terarah, transparan, dan akuntabel sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD dan pembangunan Kabupaten Yahukimo,” tutur Mathius.
Melalui sosialisasi tersebut, Bapenda Kabupaten Yahukimo berharap optimalisasi opsen PKB dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat penerimaan daerah dan mendukung pembangunan di Kabupaten Yahukimo.(Redaksi)
