Dekai,nokenwene.com—Keluarga besar Suku Mek di Kabupaten Yahukimo duduki Kantor Kepolisian Resor (Kapolres) Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat, (16/10/2026).
Keluarga besar Suku Mek meminta penjelasan dari Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo dan pos-pos TNI yang berada di wilayah tersebut terkait keberadaan dua warga sipil, Ernes Weipsa (27) dan Natan Well (18), yang menurut keterangan keluarga dibawa oleh anggota Marinir.
Hingga memasuki hari kelima sejak peristiwa tersebut, keluarga mengaku belum memperoleh informasi yang jelas mengenai keberadaan kedua warga tersebut, meskipun telah melakukan pencarian dan mendatangi sejumlah pos untuk meminta penjelasan.
Bartol Dell mewakili keluarga korban menjelaskan bahwa Ernes Weipsa merupakan warga asal Distrik Puldama, sedangkan Natan Well, yang juga berasal dari Distrik Puldama, merupakan pelajar kelas III SMK Negeri 1 Dekai.
Ia menegaskan bahwa keduanya merupakan masyarakat sipil. Karena itu, mereka meminta aparat keamanan memberikan informasi secara terbuka mengenai keberadaan kedua warga tersebut serta alasan mereka dibawa.
Dell juga mengatakan, keluarga korban telah membentuk tim pencari fakta dan tim tersebut telah mendatangi sejumlah pos aparat keamanan di wilayah Yahukimo. Namun, menurut keluarga, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan karena mereka belum mendapatkan informasi yang dapat memastikan keberadaan Ernes Weipsa dan Natan Well.
Keluarga berharap aparat keamanan memberikan penjelasan yang jelas dan memastikan kedua warga tersebut dapat ditemukan serta diketahui kondisi dan keselamatannya.
“Kami keluarga besar Suku Mek meminta kepada pihak kepolisian dan pos-pos aparat keamanan agar memberitahukan kepada kami di mana keberadaan keluarga kami yang dibawa. Mereka adalah masyarakat sipil. Kalau memang ada dugaan pelanggaran hukum, sampaikan kepada kami keluarga supaya kami mengetahui persoalannya,” pungkasnya.
Kepala Suku Mek, Yason Wesapla meminta agar setiap dugaan keterlibatan kedua warga tersebut, dalam tindak pidana atau kelompok bersenjata disertai penjelasan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai hukum.
Menurutnya, apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, mereka meminta agar prosesnya dilakukan secara jelas, sesuai prosedur, serta menghormati hak-hak kedua warga tersebut.
“Kami meminta agar jangan menyembunyikan keberadaan dua warga kami. Jika memang mereka diduga melakukan tindak pidana atau memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata, tunjukkan bukti dan sampaikan kepada kami sebagai keluarga. Kami ingin mengetahui kebenarannya,” ungkapnya
Suku Mek juga mengajak masyarakat Yahukimo, tokoh gereja, para pemilik toko, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama meminta penjelasan kepada Polres Yahukimo mengenai keberadaan kedua warga tersebut.
Mereka berharap pihak kepolisian dapat memfasilitasi komunikasi dengan pihak-pihak terkait, menelusuri informasi mengenai keberadaan kedua warga, dan memberikan kepastian kepada keluarga.
Bagi keluarga, hal terpenting saat ini adalah mengetahui lokasi keberadaan Ernes Weipsa dan Natan Well, memastikan kondisi keduanya, serta memperoleh penjelasan resmi mengenai peristiwa yang terjadi.(Redaksi)
