Wamena, nokenwene.com – Konferensi Ke-IX Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Balim Selatan Hitigima resmi berakhir pada Sabtu, 19 September 2026. Konferensi yang berlangsung selama empat hari yakni tanggal 16 – 19 September 2026, ditutup melalui ibadah di GKII Jemaat Michelson Hitigima.
Ibadah penutupan dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK), pelantikan pengurus baru periode pelayanan 2026–2029, serta penetapan sejumlah jabatan pelayanan GKII Daerah Balim Selatan Hitigima, Kabupaten Jayawijaya.
Konferensi Ke-IX tersebut mengangkat tema “Bertumbuh Bersama Yesus” yang dikutip dari Efesus 4:15–16. Sementara itu, sub tema yang diangkat adalah “Bersama Yesus Warga GKII Daerah Hitigima Bertumbuh dalam Iman, Dipersiapkan untuk Melayani dan Menjadi Tubuh Kristus yang Dewasa, Kokoh dan Berbuah bagi Kemuliaan-Nya.”
Dalam ibadah penutupan, Ketua Wilayah IV GKII, Pdt. Jhonatan Duwiri, S.Th., menyampaikan renungan dan nasihat berdasarkan Efesus 4:15–16. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan penguatan kepada jemaat dan pengurus yang baru terpilih agar terus bertumbuh dalam iman serta menjalankan pelayanan secara bersama-sama.
Pdt. Duwiri juga mendorong jemaat dan badan pengurus baru untuk membangun kerja sama serta saling menopang dalam menjalankan tugas pelayanan. “Pelayanan gereja membutuhkan keterlibatan bersama antara badan pekerja dan komisi-komisi sehingga seluruh program pelayanan dapat berjalan secara terarah” Katanya.
Setelah menyampaikan renungan penguatan, Pdt. Jhonatan Duwiri melantik pengurus yang telah terpilih melalui konferensi. Dalam rangkaian tersebut juga dilakukan penetapan jabatan pelayanan, termasuk pendeta dan evangelis sesuai kebutuhan pelayanan di Daerah Balim Selatan Hitigima.
Pdt. Domi Asso Terpilih Memimpin Periode 2026–2029
Dalam konferensi tersebut, dilakukan pemilihan kepengurusan GKII Daerah Balim Selatan Hitigima untuk periode 2026–2029. Pdt. Domi Asso terpilih sebagai Ketua GKII Daerah Balim Selatan Hitigima, sedangkan Pdt. Yohanes Tampani dipercaya sebagai wakil ketua.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan tidak hanya menjalankan program yang telah dirumuskan dalam konferensi secara administratif, tetapi mampu menerjemahkan hasil konferensi ke dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh jemaat dan masyarakat.
Pdt. Yohanes Tampani menegaskan, bahwa program-program yang telah dibahas selama konferensi harus diwujudkan dalam implementasi pelayanan. “Kami mau supaya program-program itu menjadi implementasi pelayanan kami supaya ke depan bisa menghasilkan buah-buah pelayanan yang baik dan bisa berdampak,” ujarnya.
Ia berharap hasil konferensi dan kepengurusan yang baru dapat memberikan dampak positif bagi pelayanan gereja dan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya serta Papua Pegunungan, sekaligus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Panitia Ungkap Perjalanan Panjang Menuju Konferensi
Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Ke-IX GKII Daerah Balim Selatan Hitigima, Nikos Asso, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Nikos menjelaskan bahwa kepanitiaan konferensi telah dibentuk sejak 24 Februari 2021. Namun, pelaksanaan konferensi mengalami penundaan karena harus menyesuaikan dengan agenda demokrasi serta ketentuan organisasi GKII tingkat pusat.
Setelah melalui proses penjadwalan kembali, Daerah Balim Selatan Hitigima akhirnya memperoleh kesempatan untuk melaksanakan Konferensi Ke-IX pada 16–19 September 2026, sesuai dengan petunjuk dan ketentuan organisasi.
Menurut Nikos, keberhasilan pelaksanaan konferensi tidak terlepas dari kerja sama berbagai unsur yang terlibat, mulai dari panitia, tim relawan, seksi acara, kesekretariatan hingga tim media. “Saya sebagai Ketua Panitia bersyukur dan berterima kasih atas kekompakan dan kerja sama. Akhirnya kegiatan konferensi ini dapat berlangsung dengan aman,” ungkap Nikos Asso.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim media yang telah mendukung dokumentasi dan publikasi selama kegiatan berlangsung. Dukungan tersebut mencakup penyiaran secara langsung atau live streaming, sehingga rangkaian konferensi dapat disaksikan oleh masyarakat secara lebih luas.
Ditutup dengan Pelantikan Pengurus Baru
Puncak penutupan konferensi ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan pengurus baru periode 2026–2029. Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya tanggung jawab kepengurusan baru dalam melanjutkan pelayanan GKII Daerah Balim Selatan Hitigima.
Dalam suasana penutupan, seluruh peserta dan jemaat yang hadir mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh perhatian. Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai jemaat, tamu undangan, serta kaum profesi yang mengambil bagian dalam rangkaian ibadah penutupan.
Konferensi yang berlangsung selama empat hari tersebut tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas arah dan program pelayanan GKII Daerah Balim Selatan Hitigima untuk periode berikutnya.
Dengan berakhirnya Konferensi Ke-IX, kepengurusan baru GKII Daerah Balim Selatan Hitigima periode 2026–2029 kini diharapkan dapat melanjutkan amanat pelayanan melalui program-program yang telah disepakati bersama.
Semangat “Bertumbuh Bersama Yesus” menjadi landasan bagi seluruh unsur pelayanan untuk terus membangun kerja sama, saling menopang, bertumbuh dalam iman, serta menghadirkan buah pelayanan yang berdampak bagi jemaat, masyarakat, dan lingkungan pelayanan (*).
Pewarta: Jecko Yoal/ Jurnalis Warga Noken Wamena*
