Wamena, nokenwene.com – Satuan Tugas Damai Cartenz melalui Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap anggota kelompok bersenjata Wilayah Yahukimo, Philip Kobak di Dekai, pada Sabtu (07/03/2026).
Philip Kobak alias Nenak Kobak diketahui menjabat sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dalam struktur kelompok bersenjata di Wilayah itu. Tim Satgas Gakkum melakukan penangkapan sekitar pukul 16.44 WIT di area Gereja GIDI Kali Brasa, Dekai.
Proses penangkapan bermula saat tim melakukan scanning target pada pukul 15.30 WIT di wilayah Dekai. Sekitar pukul 16.15 WIT, aparat mendeteksi keberadaan tersangka di pertigaan Jalan Jhon Banua, Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Tim kemudian melakukan pengejaran menuju area Gereja Kali Brasa untuk mengamankan tersangka. Saat mengetahui keberadaan aparat, tersangka meninggalkan kendaraan dan melarikan diri menuju arah hutan sekitar lokasi kejadian.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar area gereja hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka sekitar pukul 16.44 WIT. Sehari setelah penangkapan, tim Satgas Damai Cartenz melanjutkan penyelidikan dengan menggeledah rumah tersangka di Dekai.
Penggeledahan juga dilakukan di beberapa rumah lain yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok kriminal bersenjata wilayah Yahukimo. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka diduga memiliki peran dalam kegiatan operasional kelompok kriminal bersenjata.
Petugas turut mengamankan sejumlah barang milik tersangka, di antaranya uang tunai, telepon seluler, tas, noken, dan senter. Dari penggeledahan rumah tersangka, aparat menemukan amunisi, busur panah, parang, kapak, sangkur, serta puluhan selongsong peluru.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo pada Selasa (10/3/2026) menyebut penangkapan merupakan hasil operasi penegakan hukum terukur.
“Penangkapan Philip Kobak merupakan bagian pengembangan penyelidikan terhadap jaringan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yahukimo,” ujarnya.
Ia menegaskan tersangka kini diamankan dan penyidik masih mendalami keterlibatannya dalam sejumlah peristiwa kekerasan lainnya.
Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena*
