Wamena,nokenwene.com—Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, tak kuasa menahan air mata saat berbicara langsung di hadapan warga pengungsi Kab Nduga dan pihak-pihak yang mempunyai hak Ulayat, Sabtu (7/3/2026).
Mediasi tersebut digelar menyusul adanya aksi pemalangan bangunan gereja yang dilakukan oleh oknum warga terkait persoalan hak ulayat. Akibatnya, jemaat yang merupakan warga pengungsi asal Nduga sempat tidak bisa melaksanakan aktivitas peribadatan mereka.

Kehadiran Pemerintah yang Menyentuh Hati
Dalam pertemuan yang berlangsung di lokasi kejadian, Ronny Elopere awalnya memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama dan sesama warga di tanah Papua.
Namun, saat menyinggung penderitaan para pengungsi yang harus kehilangan tempat ibadah, suara orang nomor dua di Jayawijaya itu mendadak bergetar.
Ronny sempat terhenti beberapa saat untuk menyeka air mata yang menetes di pipinya. Ia mengaku sangat terpukul melihat kenyataan bahwa rumah ibadah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan kedamaian justru menjadi objek konflik.
“Gereja ini adalah rumah Tuhan, tempat kita mencari kedamaian. Saya sangat sedih melihat mama-mama dan anak-anak kita dari Nduga yang sudah mengungsi, kini harus terhambat lagi untuk beribadah,” ujar Ronny dengan nada penuh empati.

Ia menekankan bahwa meskipun persoalan tanah adalah hal yang krusial, namun nilai kemanusiaan dan hak untuk menyembah Tuhan harus berada di atas segalanya.
Kejujuran emosional yang ditunjukkan oleh Wakil Bupati nampaknya menyentuh hati para peserta mediasi.
Melalui pendekatan dari hati ke hati tersebut, ketegangan antara pihak pemilik ulayat dan pengelola gereja perlahan mencair.
Setelah melalui diskusi panjang yang dipimpin langsung oleh Pemkab Jayawijaya, akhirnya dicapai kesepakatan untuk berkomunikasi langsung secara keluarga untuk melakukan kesepakatan.

Pihak pemerintah Jayawijaya juga berkomitmen untuk membantu komunikasi kepada pemerintah Nduga guna untuk memfasilitasi administrasi dan mencari solusi jangka panjang agar status lahan tersebut tidak lagi menjadi sengketa di kemudian hari.
“Kita semua bersaudara. Saya minta mari kita selesaikan masalah dengan kepala dingin. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kita bicara sebagai sesama anak Tuhan,” Katanya
Sementara itu perwakilan tokoh masyarakat setempat Felix Kossay mengapresiasi langkah cepat dan humanis yang diambil oleh Wakil Bupati Ronny Elopere.
“Kehadiran pejabat publik yang turun langsung dan menunjukkan empati nyata seperti ini dinilai warga sebagai bentuk kepemimpinan yang mengayomi, khususnya bagi masyarakat rentan seperti para pengungsi yang sangat membutuhkan kepastian keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan hak asasi mereka,”tutupnya.(*)
Redaksi
