Rabu, Januari 28, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

YBUPBHI Dorong Sekolah Rakyat “Huruf Bung Karno” di Papua Pegunungan

in Pendidikan dan Kesehatan
YBUPBHI Dorong Sekolah Rakyat “Huruf Bung Karno” di Papua Pegunungan

Foto bersama usai pelatihan guru sekolah rakyat di Papua Pegunungan (JW/Noken)

Share on WAShare on FB

Wamena, nokenwene.com – Yayasan Bantulah Usaha Pemberantasan Buta Huruf Indonesia (YBUPBHI) Papua Pegunungan berupaya mendorong sekolah rakyat melalui metode pembelajaran ala Bung Karno atau Ir. Soekarno, sang proklamator Republik Indonesia yakni 5 huruf fokal: A, I, U, E dan O. Metode ini akan dupayakan untuk diterapkan pada pendidikan formal dan non formanl di Papua Pegunungan.

Dengan tujuan dimaksud, YBUPBHI menggelar pelatihan kepada guru – guru sekolah rakyat (SR) Huruf Bung Karno di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (24/01/2026). Pelatihan diikuti sejumlah guru sekolah rakyat terutama dari pinggiran kota atau zona 3 dan 4 yang menjadi basis  sekolah rakyat YBUPBHI.

RelatedPosts

Ketua KNPI Papua Pegunungan Pimpin Upacara di YBSI Wamena

Rilis: Penutupan Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026

“Kegiatan hari ini untuk memberikan pelatihan oleh trainer kepada guru – guru yang mengajar di sekolah rakyat, itu yang mereka bergerak di kampung – kampung referensi yang kita ambil dari Jams Modouw yanitu 4 zona pendidikan” kata Bertus Asso, Direktur YBUPBHI Papua Pegunungan.

Dikatakan, metode pembelajaran 5 huruf vokal Bung Karno yakni A I U E O menjadi landasan utama dalam mengembangkan sekolah rakyat di Papua Pegunungan. Bangsa ini berasal dari sejarah yang dimulai para pendahulu, maka metode pembelajaran juga dilakukan melalui jejak sejarah itu.

“Semua berawal dari sejarah yang pernah dimulai oleh pendahulu sehingga ada sesuatu yang kita rasakan dan nikmati hari ini. Saya adalah penemu metode dari 5 huruf vokal yang diajarkan oleh sang proklamator bung karno. 5 huruf itu menjadi kekuatan untuk menggerakan pendidikan” kata Asso yang juga penulis buku huruf Bung Karno.

Bertus Asso bilang, konsep sekolah rakyat yang didorong melalui yayasan YBUPBHI bergerak di pelosok dan perkampungan. Katanya, sekolah rakyat ini merupakan adopsi konsep Bung Karno yang pernah dilakukan di Madiun beberapa saat setelah proklamasi kemerdekaan RI.

“Nah ini yang saya menggerakan di Papua Pegunungan dan saya harap itu pengaruhnya sampai ke seluruh pelosok dan Indonesia lain. Karena sekolah rakyat ini sudah dicetuskan oleh sang proklamator, arsip ini dari arsip Nasional RI” Ujar Bertus Asso yang juga Wakil Ketua III DPRP Papua Pegunungan.

“Ini yang nanti trainer akan berikan training kepada guru – guru yang kami siapkan, seperti apa yang dilakukan oleh sang proklamator apa adanya saya juga apa adanya tanpa ada bantuan dari siapa – siapa saya dorong terus saya bergerak terus dan pada akhirnya syukur suda berkembang di beberapa kabupaten” Ungkap Asso.

Disisi lain, Ia mengatakan, program sekolah rakyat yang saat ini di dorong presiden RI, Prabowo Subianto semestinya berpijak pada metode pembelajaran sekolah rakyat Bung Karno. Oleh karenanya kebijakan sekolah rakyat saat ini perlu diubah.

“Sekolah rakyat harus mengacu dan kembali pada pendiri bangsa, itu lebih afektif dan dia harus turun kembali kepada rakyat seperti Bung Karno dulu. Intinya saya di sini sampaikan bahwa saya adalah penyambung lidah Bung Karno dari sisi pendidikan” Ujar Bertus Asso (*).

Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena*

Tags: konsep bung karnasekolah rakyatYBUPBHI
SendShareTweet

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene