Dekai,nokenwene.com—Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Yahukimo, Bongga Sumule, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa surat yang beredar dari Kepala Kantor Pelayanan PLN di Yahukimo bertujuan memberikan informasi dini kepada masyarakat terkait kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit listrik, agar tidak terjadi pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan yang dapat menimbulkan kepanikan.
Menurut Bongga Sumule, meskipun surat tersebut belum dilengkapi tanda tangan resmi, konfirmasi telah dilakukan dan surat itu dinyatakan benar adanya. “Surat itu dimaksudkan untuk memberikan informasi lebih awal tentang kondisi yang dihadapi PLN supaya jangan sampai tiba-tiba padam tanpa informasi yang mendahului, sehingga masyarakat tidak panik,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa keluarnya surat tersebut justru memicu kepanikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pimpinan daerah melalui Sekda segera membangun komunikasi dengan Kepala Cabang PLN di Timika serta pihak transporter yang ditunjuk PLN untuk memasok BBM.
Bongga menjelaskan kebutuhan operasional. Untuk melayani listrik 24 jam di Yahukimo dengan seluruh unit pembangkit, dibutuhkan sekitar 10 ton BBM per hari. Dari Selat, dibutuhkan kurang lebih dua perahu berukuran besar untuk memenuhi kebutuhan satu malam.
Berdasarkan informasi yang diterima, stok BBM Pertamina yang sudah datang dari Timika dan Selat per kemarin mencapai 130 ton. Pihak terkait terus berupaya melansir pasokan, namun kondisi debit air sungai yang semakin kecil menjadi kendala. Bahkan kemarin, kapal pengangkut beras juga mengalami kandas.
“Ini memang situasi yang sulit. Kita berharap ada kelancaran sehingga proses pelansiran dari Selat tetap berjalan. Sekalipun mungkin tidak lagi bisa memaksakan pelayanan 24 jam, minimal pada jam-jam krusial pasokan tetap diupayakan agar tidak terjadi pemadaman total. Setiap hari bisa dinyalakan sesuai stok yang ada,” katanya.
Ia juga menekankan tanggung jawab transporter yang berkontrak dengan PLN. Apapun risikonya, termasuk situasi force majeure, tetap ada ruang untuk melakukan adendum kontrak demi pemenuhan kebutuhan BBM.
Kepada masyarakat, Bongga Sumule menghimbau agar tidak panik. “Kami tidak bisa memaksakan kehendak untuk penyalaan terus-menerus. Namun kepada PLN dan rekanan yang ada, kami berharap terus berupaya secara maksimal,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran PLN merupakan salah satu bentuk kehadiran negara. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), meskipun pelayanan di Yahukimo mungkin tidak menguntungkan secara bisnis, PLN tetap diharapkan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sebagai instrumen negara.(Redaksi)
