YAHUKIMO – Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada masing-masing 200 mama-mama Papua yang berprofesi sebagai pedagang sayur-mayur di pasar.
Bantuan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan usaha kecil masyarakat. Dana bantuan telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Dalam sambutannya, Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo, Bongga Sumule, S.KM., M.Kes., mengatakan bahwa bantuan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi mama-mama pedagang sayur yang berjualan di pasar.
“Ini khusus untuk mama-mama penjual sayur-mayur di pasar. Kami tahu yang menjual bukan hanya 200 orang, pasti lebih dari itu. Tetapi karena dana yang teralokasi tahun ini hanya untuk 200 orang, maka hari ini kita salurkan kepada 200 penerima. Bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai secara langsung, tetapi sudah dimasukkan ke rekening masing-masing mama-mama,” ujar Bongga dalam arahannya pada Selasa,(3/11/2026).
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan modal usaha yang harus dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan aktivitas perdagangan, seperti menambah stok sayuran dan mengembangkan usaha agar pendapatan keluarga dapat meningkat.
Bongga juga menegaskan bahwa Dinas Koperindag akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan bantuan tersebut guna memastikan modal yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur dan bertahan menghadapi kondisi ekonomi yang saat ini cukup sulit. Menurutnya, tingginya harga barang kebutuhan pokok, kapal pengangkut barang yang belum dapat masuk, serta jadwal penerbangan yang tidak menentu turut berdampak terhadap kehidupan masyarakat Yahukimo.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat di sejumlah distrik dan kampung yang telah berbulan-bulan tidak mendapatkan pelayanan penerbangan menghadapi kondisi yang jauh lebih sulit.
Terkait keberlanjutan program bantuan, Bongga menyampaikan bahwa pemerintah berharap dapat mengalokasikan bantuan serupa pada tahun berikutnya. Namun, penerima yang telah memperoleh bantuan tahun ini tidak lagi menjadi prioritas, karena pemerintah akan mengutamakan mama-mama pedagang yang belum pernah mendapatkan bantuan.
“Untuk berikutnya, kita berharap setiap tahun ada bantuan-bantuan. Tetapi yang sudah menerima kali ini tidak lagi menjadi prioritas tahun depan. Mama-mama lain yang belum mendapatkan bantuan tahun ini harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Menurut Bongga, kebijakan tersebut merupakan bentuk pemerataan agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat program pemerintah. Penerima sebelumnya hanya dapat dipertimbangkan kembali apabila terdapat kelebihan alokasi anggaran.
Ia menambahkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pengembangan ekonomi masyarakat tidak hanya diberikan kepada pedagang sayur-mayur, tetapi juga kepada pelaku usaha lainnya, termasuk pengusaha kopi, usaha bank rajin, dan kerajinan anyaman.
“Sekalipun bantuan yang diberikan tidak banyak, tetapi ini merupakan bentuk bahwa pemerintah benar-benar peduli dan ingin supaya masyarakat, khususnya mama-mama, bisa berdaya secara ekonomi. Kami berharap bantuan ini digunakan dengan baik,” pungkasnya.
Di akhir sambutannya, Bongga meminta pengertian dari mama-mama pedagang yang belum menerima bantuan pada tahun ini. Ia berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Yahukimo dapat kembali mengalokasikan anggaran melalui Dana Otsus sehingga lebih banyak pelaku usaha kecil, khususnya mama-mama Papua, dapat memperoleh dukungan modal untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan keluarga.
