Wamena, nokenwene.com – Staf Khusus Bupati Kabupaten Jayawijaya, Penas Kogoya, SH, menghimbau masyarakat, khususnya warga Bomta (Suku Lani) di Kabupaten Jayawijaya, untuk kembali aktif berkebun sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.
Menurut Penas Kogoya, melambatnya perputaran ekonomi, terbatasnya peredaran uang di masyarakat, serta meningkatnya harga kebutuhan pokok menjadi tantangan yang perlu dihadapi dengan langkah nyata dan produktif.
Ia menilai kondisi tersebut turut berdampak pada para pedagang kecil, terutama mama-mama Papua di pasar tradisional yang mengalami penurunan daya beli masyarakat sehingga banyak dagangan yang tidak terjual.
“Masyarakat tidak boleh hanya menunggu keadaan membaik. Kita harus mulai memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga dari sumber daya yang kita miliki, salah satunya melalui kegiatan berkebun,” ujar Penas Kogoya, di Wamena, Senin (08/06/26).
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti sayur-mayur, umbi-umbian, dan komoditas lokal lainnya.
Selain dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil kebun juga dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga dan meningkatkan ketahanan pangan. Menurutnya, budaya berkebun merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Papua yang perlu terus dijaga dan dikembangkan sebagai fondasi kemandirian ekonomi keluarga.
“Pangan yang dihasilkan dari kebun sendiri tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuat masyarakat lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga pasar,” katanya.
Penas Kogoya berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam mengelola kebun demi kesejahteraan bersama (*).
Pewarta: Mair Yikwa/Jurnalis Warga Noken Wamena*
