Wamena, nokenwene.com – Anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan, Agus Kogoya, S.Sos, mendesak Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui dinas PUPR Papua Pegunungan agar segera mengambil langkah cepat dalam menangani longsor yang terjadi di wilayah Tagime, perbatasan antara Kabupaten Mamberamo Tengah dan Jayawijaya.
Dalam keterangannya, Agus Kogoya menegaskan bahwa hingga saat ini respons pemerintah provinsi dinilai belum maksimal dalam penanganan longsoran yang mengakibatkan putusnya ruas jalan Tagime-Kelila-Bokondini yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
“Sebagai anggota DPR Provinsi, saya meminta Pemerintah Provinsi segera menurunkan alat berat (eksavator) untuk menangani longsor di Onggobalo Distrik Tagime Kabupaten Jayawijaya karena ruas jalan ini yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Papua Pegunungan. Kondisi ini sangat menghambat perekonomian masyarakat,” Tegasnya di Wmanena, Sabtu, (25/04/2026).
Ia menjelaskan bahwa akses jalan yang terputus berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, khususnya masyarakat di wilayah Kelila, Bokondini, dan Eragayam. Akibatnya, distribusi barang terganggu dan harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan.
“Kehadiran pemerintah provinsi sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat. Kami berharap Kepala Dinas dapat segera memerintahkan Kabid Bina Marga untuk memobilisasi alat agar akses ini bisa kembali terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Ongobalo, Aibet Yikwa, S.H, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah segera turun tangan. Ia juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pemalangan jalan.
“Isu yang beredar di media sosial maupun grup-grup tentang pemalangan dan pungutan itu tidak benar (hoaks). Kami melihat langsung bahwa ini murni akibat longsor. Akses ekonomi dari Kelila dan Bokondini saat ini tidak berjalan, sehingga harga di pasar semakin naik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat sangat membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk segera membuka kembali akses jalan tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Tagime, Triben Yikwa, yang berharap pemerintah segera menurunkan alat berat dalam waktu dekat.
“Kami sebagai pemilik wilayah sangat berharap pemerintah segera menurunkan alat berat. Kalau bisa, hari Senin sudah mulai bekerja. Kami mohon perhatian dari pimpinan provinsi dan kabupaten,” ungkapnya.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah agar akses transportasi kembali normal serta aktivitas ekonomi dapat berjalan seperti sediakala (*).
Pewarta: Mair Yikwa/Jurnalis Warga Noken Wamena*
