Kamis, Maret 12, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Terapkan Surat Edaran Kemenkes RI, Dinekas Jayawijaya: Diagnosa Covid-19 Cukup Swab Antigen

in Pendidikan dan Kesehatan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Hentikan Penerbangan Penumpang

dr. Willy Mambieuw, SpB, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya - JW Noken

Share on WAShare on FB

Wamena, nokenwene. com – Menindak lanjuti Surat edaran Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), Kepalah Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya,  Dr. Willy E Mambieuw, menyatakan untuk mendiagnosa Covid -19 cukup menggunakan Swab Antigen.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Dr. Willy E Mambieuw kepada media di Wamena senin, 13/3/2022.

RelatedPosts

Pengurus Sekolah Adat Hugulama Bentuk Panitia Festival Ke II

YBSI Gelar Perayaan Valentine Day Bersama Seluruh Guru dan Siswa

“Kita sudah dapat surat edaran dari kementerian kesehatan, sehingga dalam mendiagnosa Covid -19 kita hanya cukup menggunakan swab antigen, dan tidak perlu langsung melakukan pemeriksaan PCR kepada pasien yang dicurigai,”ungkap Kadis Jayawijaya

Oleh karena itu kata dia, Dinas Kesehatan memastikan jika saat ini untuk melakukan diagnosa terhadap penyebaran Covid -19, tidak perlu langsung melakukan  Polymerase Chain Reacktion (PCR),namun cukup menggunakan  Swab Antigen saja.

” Jadi, kalau positif sudah bisa dimasukan dalam data yang ada, namun dalam penanganannya tetap akan dilakukan PCR”, tegasnya

Ia menyatakan dalam pemeriksaan Swab antigen itu apabila pasien yang dicurigai positif, maka data dari pasien tersebut bisa langsung di input , namun untuk memastikan lagi dan dalam perawatan maka tentunya tetap dlakukan pemeriksaan PCR bagi pasien untuk memastikan kadar virus Covid -19 dalam tubuhnya.

“Hasil swab antigen saja sudah bisa digunakan untuk mendiagnosa pasien Covid -19  dan itu sudah bisa masuk dalam data di daerah, kami juga sudah menerapkan peraturan itu baik di RSUD wamena maupun di Klinik -klinik yang ada,”kata Dokter Specialis Bedah RSUD Wamena itu.

Kata Dr. Willy, pemeriksaan Wab Antigen apabila telah menunjukkan Positif maka 90 Persen dalam pemeriksaan PCR juga akan positif, sehingga aturan ini juga dilakukan untuk menghemat Catrige penggunaan PCR  dan juga pemeriksaan lebih cepat dan akurat.

“Biasanya kalau Antigen sudah positif maka hasil PCR juga positif, kecil kemungkinan mendapat hasil yang berbeda  dari pemeriksaan antigen dan PCR,”katanya

Ia memastikan jika,dengan banyaknya pasien dan kontaknya masing -masing , tidak mungkin semua menggunakan PCR, sehingga pemeriksaan antigen saja sudah bisa dipastikan hasil apakah yang bersangkutan itu positif atau negatif.

“Kalau pasien banyak dan juga memiliki Kontak dengan orang lain yang jumlahnya juga banyak, tidak mungkin semua harus melalui mekanisme pemeriksaan PCR, ketersediaan Catrige juga sangat terbatas, sehingga solusinya untuk pemeriksaan adalah Swab antigen,”bebernya.

Ia menambahkan penggunaan PCR saat ini untuk melakukan pemeriksaan bagi pasien yang sudah positif saja dan dalam masa perawatan, dimana setiap 10 hari pihaknya akan melakukan pemeriksaan rutin kepada pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah maupun yang harus dirawat di RSUD Wamena.

“Jadi setiap 10 hari itu kita lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi kesehatan dari pasien, kalau dalam pemeriksaan itu kadar virusnya sudah turun  melalui pemeriksaan PCR maka sudah dapat dipastikan sembuh,”tutupnya.

Pewarta: Osil/ Jurnalis Warga Noken

Tags: Covid-19 Jayawijaya
SendShareTweet

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene