Buntut Penikaman, Aktivitas Perekonomian di Kota Wamena Lumpuh Lagi

  • Whatsapp
Ruko di Pasar Potikelek Wamena yang di tutup

Wamena, nokenwene.com – Akibat penikaman seorang Warga yang terjadi di sekitar Wouma Wamena, sabtu 12 september lalu membuat aktifitas perekonomian  di kota Wamena yang berangsur pulih pasca kerusuhan 23 September lalu,  kini kembali lumpuh. Warga non Papua yang yang notabene menguasai sector perekonomian di Wamena memilih tutup semua usahanya.

Pantauan di lapangan, senin 14 Oktober 2019, jalan Irian yang menjadi pusat perekonomian di kota Wamena terlihat sepih , demikian juga pasar potikelek dan hampir semua tempat usaha berupa kios, toko/ ruko, bengkel, dan usaha lainnya di Wamena tertutup.

Beberapa warga pemilik kios terlihat kumpul di depan tempat usahanya. Aktifitas lalulintas di sejumlah ruas jalan juga tampak sepih dari kendaraan maupun pejalan kaki.

“iya kawan ini situasi tidak menentu jadi kami tutup saja, ada teman yang korban (penikaman) itu mau diantar pulang jenaza jadi kita tutup dulu” ungkap seorang warga di sekitar pasar potikelek, senin 14/10/19, siang.

Sebelumnya, sabtu, 11 Oktober 2019 sekitar pukul 15:20 seorang warga atas nama Deri Datu Padang ditikam oleh OTK (Orang Tak Dikenal) di jembatan Wouma.

Dari informasi yang didapat  Noken Wene, saat  itu korban bersama 5 rekannya  pulang kerja dari arah Wouma menuju kota Wamena dengan mengendarai motor, sesampainya di jembatan Wouma, korban ditikam dua orang tak dikenal yang juga mengendarai motor.  Korban lalu dilarikan ke RSUD Wamena tapi tidak tertolong. Meninggal dunia.

Pasca penikaman itu, situasi Wamena mulai mencekam, seruan untuk warga perantau atau non Papua  menutup aktifitas perekonomian di kota Wamena  beredar luas. Warga Asli Papua (OAP) di pinggiran kota merasa was-was untuk berpergian ke kota Wamena.

“aparat suda banyak-banyak jaga di kota ini tapi kejadian begini ada saja, makanya saya juga mau pergi ke kota tidak jadi , dari kemarin itu saya mau kekota  mau beli barang-barang kebutuhan tapi tidak jadi, hari ini juga tidak bisa ini, katanya orang suda maulai pegang alat tajam jadi sa takut lagi” Ungkap Mia, seorang warga di Distrik Hubikiak.

Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.