Dekai,nokenwene.com— Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Yahukimo, Bongga Sumule, S.KM., M.Kes., menghadiri ibadah pembukaan Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) ke-21 GIDI Wilayah Yahukimo di Jemaat Anugerah Dekai, Klasis Momuna pada Selasa,(20/10/2026).
Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan gereja dalam mendukung pelayanan masyarakat, pendidikan, dan pembangunan daerah.
Bongga Sumule menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut berupa bantuan sebesar Rp800 juta dan beras sebanyak satu ton yang disalurkan secara bertahap. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah terus membangun komunikasi dengan pihak maskapai untuk membahas kendala penerbangan ke wilayah Yahukimo.
Ia mengajak pengurus GIDI Wilayah Yahukimo memanfaatkan BPL ke-21 sebagai momentum mengevaluasi program kerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mempersiapkan kepemimpinan organisasi ke depan. Menurutnya, pemerintah dan gereja memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara jasmani maupun rohani.
“Pemerintah dan gereja memiliki tugas masing-masing, tetapi tujuan kita sama, yaitu membangun masyarakat yang lebih baik,” ujar Bongga.
Ibadah pembukaan BPL ke-21 GIDI Wilayah Yahukimo mengangkat tema “Memelihara Kesatuan Roh” berdasarkan Efesus 4:3. Kegiatan ini diharapkan memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan gereja, serta mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Yahukimo.
Bongga Sumule menegaskan bahwa pemerintah daerah dan gereja merupakan mitra strategis yang memiliki peran masing-masing dalam membangun kehidupan masyarakat.
Pemerintah menjalankan tugas pelayanan publik dan pembangunan daerah, sementara gereja berperan dalam pembinaan iman, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat.
Oleh karena itu, hubungan kerja sama antara pemerintah dan gereja perlu terus dipelihara agar berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Ia juga mendorong pengurus GIDI Wilayah Yahukimo untuk memanfaatkan pelaksanaan BPL ke-21 sebagai kesempatan mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi berbagai kekurangan, serta menyusun rencana pelayanan yang lebih terarah untuk periode berikutnya.
Sementara itu, Penasihat BPP GIDI, Pdt. Liget Kobak, S.Th., mengajak seluruh jemaat untuk memperkuat kemandirian gereja dan berpartisipasi aktif dalam mendukung pelayanan. Ia menekankan empat bidang penting yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu pelayanan rohani, pendidikan, kesehatan, dan penerbangan.
“Gereja harus membangun kemandirian dalam pelayanan. Karena itu, setiap jemaat perlu mengambil bagian dan mendukung pekerjaan Tuhan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” pesannya.
Ibadah pembukaan BPL ke-21 GIDI Wilayah Yahukimo mengangkat tema “Memelihara Kesatuan Roh” berdasarkan Efesus 4:3. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus dan pelayan gereja dapat memperkuat persatuan, mengevaluasi program kerja, serta menyusun langkah pelayanan yang lebih baik bagi jemaat dan masyarakat Yahukimo.(Redaksi)
