Dekai,nokenwene.com—Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat di 51 distrik sebagai upaya menghadapi dampak kekeringan dan terganggunya distribusi pangan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, S.IP., dalam kegiatan yang dihadiri Asisten II Setda Yahukimo, Kapolres Yahukimo, pimpinan OPD, Ketua PGGY, 51 kepala distrik, serta sejumlah undangan.
Dalam sambutannya, Esau mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menghadapi kondisi sulit yang terjadi di Yahukimo.
“Kita menghadapi situasi ini bersama-sama. Jangan saling menyalahkan, tetapi mari kita mencari jalan keluar dan menjaga masyarakat kita,” ujar Esau.
483 Ton Beras Telah Masuk
Esau menjelaskan, kondisi kekeringan, menurunnya debit sungai, keterbatasan transportasi udara, serta faktor keamanan turut memengaruhi kelancaran distribusi kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah.
“Kalau transportasi terganggu, maka barang tidak masuk. Akibatnya harga kebutuhan pokok ikut naik,” jelasnya.
Menurutnya, harga beras yang dalam kondisi normal berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram dapat meningkat hingga sekitar Rp50 ribu per kilogram ketika pasokan terbatas.
Saat ini, sekitar 483 ton beras telah masuk untuk mendukung kebutuhan masyarakat di 51 distrik dan ibu kota Kabupaten Yahukimo, Dekai. Pemerintah juga merencanakan tambahan sekitar 1.500 ton beras pada bulan berikutnya.
Wakil Bupati meminta masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Tidak perlu panik. Beras akan kita distribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bantuan beras tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan dan tidak boleh diperjualbelikan.
51 Kepala Distrik Diminta Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Sebanyak 51 kepala distrik diminta memastikan bantuan beras diterima masyarakat sesuai data dan wilayah penerima. Pengawasan distribusi juga akan melibatkan Satpol PP, TNI dan Polri.
Masyarakat diminta melapor apabila menemukan bantuan diperjualbelikan atau tidak diberikan kepada warga yang berhak.
Esau juga mengajak gereja dan tokoh agama untuk turut menjaga kedamaian serta membantu pemerintah dalam pendataan masyarakat yang membutuhkan.
“Kita harus sama-sama menjaga Yahukimo agar tetap aman dan kondusif. Pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Selain beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan kebutuhan pokok lainnya. Saat ini sekitar 8.000 liter minyak goreng tersedia untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo berharap seluruh elemen masyarakat, kepala distrik, tokoh agama, aparat keamanan, serta RT/RW dapat bersama-sama mengawal distribusi agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.(Redaksi)
