Minggu, Juli 12, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Headline Polhukam

Setelah Rekonsiliasi, Spanduk Provokatif Terpampang di Depan Pos Brimob Wouma

in Polhukam
Setelah Rekonsiliasi, Spanduk Provokatif Terpampang di Depan Pos Brimob Wouma

Spanduk yang di pasang di depan Gerbang Pos Brimob Wouma (JW Noken)

Share on WAShare on FB

Wamena, nokenwene.com – Sebuah Spanduk bernada provokatif terpampang persis di depan pos Brimob Wouma Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Tulisan menggunakan cat merah di atas benda alumunium itu bertuliskan “ORANG LANI DI LARANG MASUK WOMA” pesan tersebut ditempel pada sebuah pohon di depan  pos Brimob Wouma, berjarak sekitar 10 meter dari gerbang pos Brimob.

Sejak selasa 07 juli lalu, foto dari spanduk tersebut beredar luas pada media sosial di Wamena, hingga berita ini ditulis spanduk itu masih terpampang di sana. Belum diketahui, siapa pelaku dari penempelan spanduk tersebut.

RelatedPosts

Residu Konflik Masih Berlanjut, Pemerintah Didesak Evaluasi Penanganan Konflik Mei di Wamena

Pasca Konflik Masyarakat Jayawijaya Masih Tidak Nyaman, DPRP Minta  Pemerintah Lakukan Rekonsiliasi Lanjutan

Tampak bagian belakang pohon di depan pos Brimob Wouma yang ditempelkan spanduk (JW Noken)

“Ini bahaya, bisa perang lagi, baru pemerintah tidak serius tangani masalah ini, kalau tempel (tulisan) seperti ini bisa menimbulkan masalah, perang susulan bisa terjadi” Kata Lucky Wuka Ketua DPRK Jayawijaya, Sabtu (11/07/26).

Oleh karena itu, Ia berharap Pemerintah dan aparat penegak hukum bisa telusuri setiap informasi provokatif yang beredar di masyarakat, sebab hingga saat ini masyarakat masih trauma. Setelah proses perdamaian olem pemerintah, mestinya situasi semakin kondusif, namun faktanya orang masih trauma.

“Pihak keamanan hal – hal seperti ini tindak lanjutnya harus lakukan, pihak keamanan ini biarkan saja begitu baru masalah terjadi dulu kita turun, inikan sebenarnya tidak boleh. Dan juga sampai sejauh ini pengungsi ini sudah kembalikan ke tempat tinggal atau belum, sekarang mereka butuh rumah” Katanya.

Spanduk itu tentu mengandung pesan provokasi sebab di Wouma baru saja terjadi konflik antara Warga Lani dan Kurima pada 14 – 16 mei lalu yang menelan puluhan korban jiwa dan ratusan rumah dibakar serta kerugian harta benda.

Awal konflik 2024 yang berlanjut hingga mei 2026 ini, juga bermula di depan pos Brimob Wouma, ketika itu Lakalantas yang berujung aksi pemalangan dekat pos Brimob, kemudian  meluas menjadi konflik antar warga.

Pemerintah melakukan mediasi perdamaian atas konflik itu pada 23 mei lalu di Polres Jayawijaya dengan ritual patah panah sebagai tanda perdamaian, namun residu konflik masih dirasakan oleh warga hingga saat ini, gesekan sosial antar warga masi  terjadi di kalangan masyarakat, termasuk tulisan bernada provokasi yang di tempel tersebut.

Sedikitnya 4 poin kesepakatan damai dituangkan dalam surat pernyataan, satu dari 4 pon tersebut adalah ,apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan ini, maka akan diselesaikan melalui proses hukum Positif.

Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP)  mengatakan, setelah mediasi perdamaian, berdasarkan informasi yang dihimpun YKKMP, hingga bulan juli ini masih terdapat sejumlah insiden, antara lain dugaan pembakaran rumah, perselisihan terkait aktivitas penebangan kayu, dugaan perampasan barang-barang milik warga, serta kondisi yang menyebabkan sebagian masyarakat pengungsi belum dapat kembali ke tempat tinggalnya.

“Informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi secara objektif oleh pemerintah dan aparat yang berwenang. YKKMP juga menyampaikan keprihatinan atas belum optimalnya tindak lanjut terhadap kesepakatan perdamaian konflik perang suku antara masyarakat Wouma–Kurima dan Lanny Jaya” Katanya di Wamena (09/07/26.

Tags: Konfil Sosialkonflik WamenaPasca-Konflik
SendShareTweet

[vc_row full_width="stretch_row" vc_row_background="" css=".vc_custom_1672371101582{padding-top: 60px !important;padding-bottom: 30px !important;background-color: #000000 !important;}" footer_text_color="#ededed"][vc_column css=".vc_custom_1516269714228{padding-right: 60px !important;}" el_class=".footer_column"][vc_column_text]

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

[/vc_column_text][vc_separator color="custom" accent_color="#bcbcbc" css=".vc_custom_1672371154094{margin-bottom: 20px !important;}"][vc_row_inner][vc_column_inner width="1/4"][/vc_column_inner][vc_column_inner width="1/2"][vc_column_text css=".vc_custom_1672371122977{margin-bottom: 0px !important;}" el_class=".copyright"]

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width="1/4"][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene