Dekai,nokenwene.com—Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Yahukimo, Redison Manurung, S.Pd., M.Si memberikan penegasan keras kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk tingkatkan Kepatuhan aturan Bupati Kabupaten Yahukimo.
Hal ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di halaman kantor bupati pada Kamis,(21/05/2026).
Dalam arahannya, Sekda menekankan beberapa poin krusial mulai dari kedisiplinan pegawai, capaian opini keuangan, hingga percepatan penyerapan anggaran semester pertama tahun ini.
Sekda Apresiasi Kerja Tim Pertahankan Opini Keuangan
Mengawali arahannya, Redison menginformasikan bahwa pemerintah daerah akan segera menerima hasil opini laporan keuangan. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras bersama, bukan individu.
“Hari Senin kita akan menerima opini keuangan. Tentu ini bukan kerja satu orang, tetapi ini kerja tim. Terima kasih kepada Bapak/Ibu pimpinan OPD yang selalu setia mendorong dan memfasilitasi para pejabat pengelola keuangan,” ujar Sekda.
Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak berpuas diri karena dipastikan akan ada catatan-catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang harus segera ditindaklanjuti dan dipenuhi bersama.
Redison juga menyoroti tingkat kehadiran dan kinerja ASN yang dinilai mengalami penurunan, Sekda mengaku kerap mendapatkan pertanyaan langsung dari Bupati terkait kondisi tersebut. Menanggapi hal ini, ia menginstruksikan Inspektorat Kabupaten Yahukimo untuk segera melakukan tindakan tegas berupa audit kepatuhan.
“Saya minta Inspektorat segera lakukan audit kepatuhan terkait Peraturan Bupati Nomor 4. Ini adalah perintah pimpinan. Saya mau lihat sekretariat daerah, BPKAD, Inspektorat, Bappeda, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Ini lembaga-lembaga besar, saya mau lihat apakah peraturan bupati itu diterapkan atau tidak,” tegasnya.
Sekda menambahkan bahwa hasil audit ini akan berdampak pada pemberian sanksi atau penyesuaian hak pegawai, termasuk pemotongan insentif bagi ASN yang terbukti malas atau mangkir kerja tanpa alasan dinas (duty call).
Desak Percepatan Lelang dan Pengelolaan Anggaran
Memasuki akhir paruh pertama tahun anggaran (menjelang bulan Juni), Sekda menyayangkan masih lambatnya realisasi action plan dari para pejabat pengelola anggaran di masing-masing OPD. Ia meminta agar alasan faktor keamanan tidak melulu dijadikan pembenaran untuk menunda pekerjaan.
“Ini sudah mau bulan Juni, artinya sebentar lagi semester satu dan triwulan dua. Insentif sudah mulai diajukan. Oleh karena itu, pejabat pengelola anggaran agar segera melakukan mekanisme yang sudah diatur, termasuk proses lelang. Jangan selalu beralasan keamanan lalu
Redison juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan seperti KNPI dan GAMKI yang terus berkolaborasi menjaga stabilitas di Yahukimo.
Selaku sekretaris daerah, Redison menyampaikan terimakasih kepada tim gabungan yang telah bergerak cepat memberikan bantuan dan penanganan bagi warga Yahukimo yang terdampak situasi di distrik-distrik sekitar maupun yang berada di Wamena.
Menutup arahannya, Sekda mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan daerah.
“Silakan berkarya, berimprovisasi. Itulah yang dibutuhkan oleh Yahukimo agar menjadi daerah yang maju, sejahtera, tertib, dan damai,” pungkasnya yang diakhiri dengan salam khas Papua.(*)
Pewarta : Ruland Kabak
