Wamena, nokenwene.com – Upaya pencarian korban tertimbun longsor di Distrik Meborok Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan terkendala karena wilayah tersebut masih dikuasai oleh militer non organik. Hingga saat ini belum dilakukan pencarian oleh warga setempat maupun pemerintah.
Pernyataan ini disampaikan anggota DPRK Kabupaten Nduga Leri Gwijangge kepada media di Wamena, selasa (11/11/2025). Menurutnya masyarakat setempat takut lakukan pencarian karena sepanjang sungai Yuguru dikuasai oleh aparat TNI.
“Kami sudah sampaikan berulang kali kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, bahkan ke Basarnas, tapi tidak ada respon. Masyarakat tidak bisa melakukan pencarian karena trauma dan kehadiran aparat TNI di sepanjang Kali Yuguru distrik Meborok ,” Kata Leri Gwijangge.
Akibatnya, hingga memasuki hari ke 11 pasca bencana longsor pada 1 november lalu, belum dilakukan upaya pencarian di Distrik Meborok. Sebagaimana diketahui, bencana longsor telah menimpa dua Distrik di Kabupaten Nduga yakni Distrik Dal dan Meborok.
Bencana itu telah menelan 23 korban jiwa. Hingga kini, baru 10 jenazah ditemukan, sementara 13 lainnya masih dinyatakan hilang.
Leri Gwijangge, menambahkan bahwa akses ke Distrik Meborok hanya bisa ditempuh melalui jalur udara, namun hingga kini belum ada upaya pembukaan jalur tersebut.
“Kami mohon kepada Gubernur Papua Pegunungan dan Wakil Gubernur untuk melihat ini sebagai masalah kemanusiaan. Negara itu bisa ada karena ada rakyat Provinsi dan kabupaten itu ada karena rakyat, bukan hanya karena hutan atau wilayah luas,” tegasnya.
Leri juga meminta agar operasi militer di wilayah tersebut dihentikan agar masyarakat bisa melakukan pencarian korban tanpa rasa takut. “Kalau sudah ada aparat keamanan di sana, seharusnya pemerintah bisa memfasilitasi pencarian. Tapi ini malah tertutup, tidak ada akses, tidak ada izin. Ada apa sebenarnya di balik ini?” katanya.
Ia menilai bahwa pembiaran ini telah menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Kami berulang kali koordinasi dengan Dandim Kab. Nduga minta bantu koordinasi ke pimpinan atas untuk buka akses tapi hanya pake kata Nanti, artinya tidak ada niat baik” Kesalnya.
“Kami minta Pimpinan TNI dan Polri untuk serius membantu kami buka akses distrik Meborok. Jangan pura-pura dengar tapi tidak dengar, lihat tapi tidak lihat. Kami juga minta pemerintah provinsi juga tolong turun tangan,” pinta Leri.(*)
Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena*
