Wamena, nokenwene.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Kristus Jaya bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Papua Pegunungan menggelar ibadah rutin bulanan yang dirangkaikan dengan penyuluhan pertanian dari Kelompok Kerja (Pokja) III. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Soska, Paroki Kristus Jaya, Wamena, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIT ini dihadiri perwakilan Ibu Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, pengurus Pokja III TP-PKK, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan, serta pengurus dan anggota WKRI dari 11 wilayah dan perwakilan Komunitas Basis Gerejawi (KBG).
Ibadah rutin dipimpin oleh Pastor Paroki Kristus Jaya Wamena, Pastor Petrus Hansi. Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan pertanian yang disampaikan dari Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan.
Ketua WKRI Paroki Kristus Jaya sekaligus pelaksana kegiatan, Lusia Huby, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda ibadah rutin bulanan TP-PKK Provinsi Papua Pegunungan.
Menurut Huby, setiap bulan TP-PKK Provinsi Papua Pegunungan memiliki jadwal ibadah rutin. Pada bulan Oktober ini, TP-PKK memilih Gereja Katolik, khususnya organisasi perempuan Katolik, sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa WKRI, TP-PKK, dan Dharma Wanita memiliki sejumlah kesamaan dalam program pemberdayaan perempuan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, ketiganya memiliki latar belakang organisasi yang berbeda.
“WKRI merupakan organisasi perempuan Katolik yang memiliki AD/ART, berbadan hukum, serta mempunyai program-program sosial dan kemasyarakatan. Memang ada kesamaan program dengan PKK dan Dharma Wanita, tetapi PKK dan Dharma Wanita merupakan organisasi dalam lingkungan pemerintahan, sedangkan WKRI adalah organisasi gereja yang mandiri dan bergerak di bidang sosial,” jelas Huby.
Lebih lanjut, Huby mengatakan kegiatan tersebut diikuti seluruh ranting WKRI dari 11 wilayah serta perwakilan KBG. Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk beribadah bersama sekaligus memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
Setelah ibadah, peserta mengikuti penyuluhan pertanian yang dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai cara menanam tanaman pangan dan sayuran secara baik dan sehat menggunakan media polibag.
“Kami juga melakukan praktik bersama ibu-ibu tentang bagaimana cara menanam yang baik dan sehat di halaman rumah, termasuk menanam sayuran menggunakan polibag. Dinas Pertanian mengajak kami memanfaatkan lahan yang ada dengan cara sederhana, cepat, dan hemat sehingga bisa membantu perekonomian keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua WKRI Paroki Kristus Jaya menambahkan bahwa kunjungan TP-PKK Provinsi Papua Pegunungan memberikan manfaat bagi kaum perempuan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan tentang pertanian rumah tangga.
Menurutnya, lahan kosong di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai kebutuhan dapur, seperti sayuran dan cabai, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Kegiatan hari ini memberikan manfaat bagi kami. Melalui penyuluhan dari Dinas Pertanian, kami diajarkan bagaimana memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam sayuran, cabai, dan berbagai bahan kebutuhan dapur yang dapat menunjang ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, WKRI Paroki Kristus Jaya juga menerima bantuan berupa bibit pohon, bibit sayuran, dan bibit cabai dari Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para anggota WKRI untuk mengembangkan kegiatan menanam di pekarangan rumah masing-masing.
Setelah seluruh rangkaian ibadah, penyuluhan, dan praktik pertanian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat persaudaraan antara WKRI, TP-PKK Provinsi Papua Pegunungan, serta seluruh peserta yang hadir (*).
Pewarta: Paskalis Haluk/ Jurnalis Warga Noken Wamena*
