YAHUKIMO— Pemerintah Kabupaten Yahukimo terus mendorong penguatan sektor perdagangan sebagai salah satu upaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui proyek perubahan bertajuk “Menuju Yahukimo Mandiri Bidang Perdagangan 2026 melalui Sistem Pendataan dan Pemetaan Satu Data Perdagangan Kabupaten Yahukimo.”
Proyek perubahan ini diprakarsai oleh Lepius Pahabol, S.Sos., M.H., dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Yahukimo. Inisiatif tersebut bertujuan membangun sistem pendataan dan pemetaan perdagangan yang akurat, terstruktur, dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi daerah.
Melalui sosialisasi ini, Satu Data Perdagangan diharapkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola perdagangan, mengidentifikasi potensi ekonomi lokal, serta mendukung pengembangan usaha masyarakat di Kabupaten Yahukimo.
Sasar 1.039 Pelaku Usaha di 51 Distrik
Dalam pelaksanaan proyek perubahan tersebut, sebanyak 1.039 pelaku usaha menjadi sasaran pendataan dan pemetaan sektor perdagangan. Pendataan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai persebaran pelaku usaha, potensi perdagangan, lokasi pusat aktivitas ekonomi, serta kebutuhan pengembangan usaha di berbagai wilayah.
Sebagai kabupaten dengan wilayah yang luas, kondisi geografis yang menantang, dan terdiri atas 51 distrik, Yahukimo membutuhkan sistem informasi perdagangan yang terorganisasi. Ketersediaan data yang akurat menjadi penting agar pemerintah daerah dapat memahami kondisi perdagangan hingga ke tingkat distrik.
Melalui sistem Satu Data Perdagangan, proses pengumpulan, pengolahan, pemutakhiran, dan pemanfaatan informasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Data tersebut juga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha, mengetahui peluang pengembangan ekonomi lokal, serta merancang program pembinaan dan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dorong Kebijakan Perdagangan Berbasis Data
Keberadaan Satu Data Perdagangan diharapkan dapat memperkuat peran Dinas Koperindag Kabupaten Yahukimo dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Data yang terintegrasi dapat dimanfaatkan untuk memetakan potensi komoditas lokal, mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha, meningkatkan pelayanan, serta mendorong pemerataan aktivitas perdagangan antardistrik.
Pendataan terhadap 1.039 pelaku usaha juga diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas program, memperkuat pembinaan usaha, dan membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara lebih terarah.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan koordinasi dan kerja sama antara perangkat daerah, pemerintah distrik, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya. Pemutakhiran data secara berkala juga diperlukan agar informasi yang tersedia tetap akurat, relevan, dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
Menuju Kemandirian Ekonomi Yahukimo
Proyek perubahan Satu Data Perdagangan tidak hanya berfokus pada pengumpulan informasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun tata kelola perdagangan yang lebih tertata, transparan, dan berbasis data.
Dengan sistem pendataan dan pemetaan yang baik, pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, memperkuat peran pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Inovasi ini menjadi salah satu langkah untuk membangun fondasi informasi perdagangan yang terintegrasi di Kabupaten Yahukimo. Data yang tersedia diharapkan dapat mendukung perencanaan program yang lebih efektif, meningkatkan pembinaan usaha, serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui proyek perubahan Satu Data Perdagangan Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Yahukimo diharapkan semakin mampu mengambil kebijakan yang tepat sasaran dalam mengembangkan sektor perdagangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Yahukimo, yaitu “Yahukimo Cerdas, Yahukimo Sehat, Yahukimo Mandiri,” khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor perdagangan, dan mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.(Redaksi)
