Dekai,nokenwene.com—Sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Selatan mulai menjadi perhatian karena pergerakan massa udara membawa asap ke arah barat laut hingga utara, sehingga sejumlah wilayah di Tanah Papua berpotensi ikut terdampak, termasuk Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Sesuai berita yang dilansir rri.co.id fan Antara News Papua Tengah Kamis, (8/10/2026) Berdasarkan pantauan citra satelit pada 5 Oktober 2026, konsentrasi titik panas terpantau cukup banyak di wilayah Papua Selatan, terutama Kabupaten Merauke. Sebaran asap terlihat bergerak ke arah barat laut hingga utara mengikuti pola angin.
Kondisi tersebut sebelumnya juga telah berdampak terhadap wilayah lain. BMKG menyebut pola angin dari wilayah Papua Selatan memungkinkan asap bergerak menuju wilayah Papua Tengah dan sekitarnya. Kondisi kabut asap juga telah dilaporkan memengaruhi jarak pandang di Mimika.
Dengan posisi Yahukimo yang berada di kawasan pegunungan tengah Papua, pergerakan asap lintas wilayah perlu menjadi perhatian, terutama apabila kondisi angin terus membawa massa udara dari wilayah selatan menuju kawasan Papua Pegunungan.
Dampak yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain menurunnya kualitas udara, berkurangnya jarak pandang, serta terganggunya aktivitas penerbangan apabila konsentrasi asap semakin meningkat.
Sementara itu, tingginya aktivitas karhutla di Papua Selatan menjadi salah satu perhatian serius. Berdasarkan pemantauan per 1 Oktober 2026 yang disampaikan BPBD Papua Barat, Papua Selatan tercatat memiliki 2.658 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Merauke.
Kabut asap bahkan telah menyebabkan gangguan penerbangan di wilayah selatan Papua. Pada 4 Oktober 2026, penerbangan rute Merauke–Asmat dilaporkan harus kembali ke Bandara Mopah Merauke setelah kondisi kabut asap menyebabkan jarak pandang tidak memungkinkan pesawat melanjutkan pendaratan di Ewer.
Masyarakat Kabupaten Yahukimo diimbau untuk tetap memperhatikan perkembangan kondisi udara dan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Apabila kabut asap mulai terlihat semakin tebal, masyarakat, terutama kelompok rentan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk memantau perkembangan sebaran asap serta dampaknya terhadap masyarakat dan transportasi udara.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan di satu wilayah dapat memberikan dampak lintas kabupaten bahkan lintas provinsi, tergantung arah angin dan kondisi atmosfer.(Redaksi)
