Sabtu, Oktober 3, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Seni dan Budaya Sosial Budaya

 Peletakan Batu Pondasi,  Simbol Kristus Sebagai Dasar Pembangunan Gereja

in Sosial Budaya
 Peletakan Batu Pondasi,  Simbol Kristus Sebagai Dasar Pembangunan Gereja

Mewakili Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.Pd,.M.Pd saat memegang batu untuk meletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya progres pembangunan gereja (JW)

Share on WAShare on FB

Wamena, nokenwene.com –  Umat Tuhan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Piekul, Distrik Maima Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan diminta untuk tidak menggantungkan harapan seutuhnya  diantara manusia, tetapi mendasarkan Kristus dalam mendorong agenda pembangunan gereja yang baru sebagai tempat ibadah rutin.

Hal itu disampaikan, Ketua Daerah Misi Papua, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Pdt.Yafet Erick Manury, M.Min dalam Khotbahnya di acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja di Jemaat Piekul pada, Selasa (29/9/2026), menurutnya peletakan batu pertama itu hanya sebagai simbol dan yang paling penting dari itu adalah memperbaiki karakter masing-masing umat Tuhan itu sendiri.

RelatedPosts

GKII Daerah Balim Tengah Lantik Badan Pengurus Periode 2026–2031

Umat GMAHK Piekul Siap Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja

“peletakan batu pertama ini, hanya symbol. Kita taru sebentar itu hanya batu dan semen dengan harapan bangunan itu akan di bangun mega. Tapi pesan saya, apa artinya bangunan ini mega kalo karakter hidup umat itu tidak berjalan sesuai yang Kristus inginkan,” ucap Pdt. Manury

Dalam khotbahnya di hadapan umat Tuhan yang hadir dari berbagai denominasi gereja, Pdt.Yafet Erick Manury memberikan kekuatan melalui kutipan injil 1 petrus pasal 2 ayat 5, yang berbunyi “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah”.

“hari ini akan meletakan batu untuk pembangunan gedung dengan batu. Tetapi jemaat piekul dibangun oleh Kristus,” ucapnya.

Pdt.Yafet juga meminta kepada umat Tuhan yang hadir untuk untuk tidak menggantungkan iman kepada bangunan fisik tetapi lebih penting dari itu membangun iman dengan memperbaiki karakter hidup agar lebih dekat dengan Tuhan, maka bangunan fisik pun akan terbangun dengan dasar yang kuat sehingga bangun tidak sia – sia.

“Gedung hanyalah sarana keselamatan manusia. Kita bangun gereja bukan untuk kepentingan kita, tetapi umat Tuhan membangun ini untuk memuliakan Tuhan , memberitakan firman , pertumbuhan anak – anak di dalamnya, menguatkan keluarga, pelayanan umat dan lainnya untuk melayani Tuhan,” tegasnya.

Akhir dari khotbahnya, Pdt.Yafet Erick Manury memberikan catatan kepada umat Advent di Jemaat Piekul, yang pertama adalah jadikan Kristus sebagai dasar dari segala bangunan. Jangan menggantikan kristus dengan manusia atau kepentingan kita.

Kedua, kita adalah batu – batu hidup; marilah hidup dalam kasih, persatuan, saling mengampuni dan saling melayani karena itu yang penting, maka bangunan tersebut akan didirikan yang ketiga, gedung menjadi tempat pelayanan sehingga setiap orang yang datang kiranya mendapatkan kasih Tuhan dan mengenali siapa itu Yesus.

Sementara itu, Ketua Jemaat, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) jemaat Pikul, Arkilaus Windesi mewakili umatnya membacakan poin-poin yang menjadi komitmen untuk memulai pembangunan gedung gereja yang baru, menurutnya peletakan batu pertama ini bukan sekedar tanda dimulainya pembangunan sebuah gedung,tetapi merupakan wujud iman, persatuan, pengorbanan dan kerinduan umat untuk menyediakan tempat yang layak bagi umat Tuhan untuk beribadah, bersekutu, belajar firman Tuhan, melayani dan menjadi saksi di masyarakat.

“Dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati, kami menyatakan komitmen,” ucap Windesi.

Berikut poin – poin komitmen ;

Satu, menempatkan Tuhan sebagai dasar dan pusat pembangunan gereja, sebagaimana firman Tuhan dalam kitab Mazmur pasal 127 ayat 1 (jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sialah usaha orang yang membangunnya)

Yang kedua, membangun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,, sehingga setiap anggota jemaat dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan, telenta, waktu , tenaga dan sumber daya yang Tuhan percayakan.

Ketiga, menjaga kejujuran, keterbukaan dan tanggung jawab  dalam sebuah proses pembangunan termasuk dalam pengelolaan dana, material, tenaga kerja dan seluruh sumber daya yang di percayakan kepada panitia.

Keempat, mendukung pembangunan secara berkelanjutan, bukan hanya sampai gedung selesai di bangun ,tetapi juga sampai kepada gereja dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan aman, pelayanan pendidikan , penginjilan dan kegiatan sosial.

Yang kelima, memelihara persatuan jemaat dengan mengutamakan kasih, kerendahan hati, musyawara, dan semangat saling mendukung dalam menghadapi setiap tantangan selama proses pembangunan.

Enam, menyerahkan seluruh proses pembangunan kepada Tuhan sambil kita bekerja dengan sungguh – sungguh, penuh tanggung jawab, disiplin dan pengharapan.

“oleh karena itu, dengan penuh iman dan komitmen, kami mengatakan kami siap mendukung, bekerja, berdoa, berkurban dan mengambil bagian dalam pembangunan rumah Tuhan,” ungkap Arkilaus Windesi dalam membacakan catatan komitmen di hadapan umat dari denominasi gereja dan perwakilan Pemerintah yang hadir.

Selanjutnya, Arki menerangkan bahwa, ukuran bangunan yang telah ditargetkan adalah 12×21 meter dan menurutnya dalam waktu dekat akan dimulai pekerjaannya. Dan pihaknya juga targetkan untuk dalam dua tahun, bantuan bisa selesai untuk digunakan.

Akhir dari prosesi itu, secara simbolis dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung gereja yang di targetkan bisa dimulai. Peletakan batu pertama diawali , Ketua Daerah Misi Papua, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Pdt.Yafet Erick Manury, M.Min, kemudahan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Jayawijaya, Lekius Yikwa,S.Pd,.M.Pd, Anggota MRP Papua Pegunungan perwakilan organisasi GMAHK, kemudian diikuti kepalah Distrik Maima (Tonius Hisage,S.H), Pendeta Jemaat Piekul, ketua Jemaat dan ketua panitia pembangunan (Yunus Lokobal,S.Pd,.M.Pd ).

Berdasarkan pantauan media nokenwene.com, kegiatan tersebut dihadiri dan disaksikan oleh kurang lebih mencapai seribuan lebih umat dari umat Advent yang di Kabupaten Jayawijaya termasuk organisasi tetangga yang ada di Distrik Maima, Popugoba, Asolokobal dan Asotipo dan setiap tamu mendatangi tempat kegiatan dengan membawa berbagai sumbangan, termasuk alat bangunan seperti semen, uang, air minum dan lainnya.

Prosesi acara peletakan batu pertama pembangunan gereja itu juga berjalan dengan aman dan tertib serta penuh himat.

Pewarta : Onoy Lokobal/ Jurnalis Warga Noken Wamena*

SendShareTweet

[vc_row full_width="stretch_row" vc_row_background="" css=".vc_custom_1672371101582{padding-top: 60px !important;padding-bottom: 30px !important;background-color: #000000 !important;}" footer_text_color="#ededed"][vc_column css=".vc_custom_1516269714228{padding-right: 60px !important;}" el_class=".footer_column"][vc_column_text]

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

[/vc_column_text][vc_separator color="custom" accent_color="#bcbcbc" css=".vc_custom_1672371154094{margin-bottom: 20px !important;}"][vc_row_inner][vc_column_inner width="1/4"][/vc_column_inner][vc_column_inner width="1/2"][vc_column_text css=".vc_custom_1672371122977{margin-bottom: 0px !important;}" el_class=".copyright"]

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width="1/4"][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene