Wamena, noekenwene.com – Yayasan Biji Sesawi Indonesia (YBSI) resmi membuka Retreat, pada Selasa (25/08/26) di Wamena. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam pembinaan generasi muda Papua Pegunungan dalam membangun iman, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Retreat tahun ini mengusung tema “Speak Life” atau mengucapkan kehidupan dan diawali dengan ibadah pembukaan yang diisi puji-pujian, penyembahan, serta penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Albert T. Yappo, S.Pd.K.
Dalam khotbahnya melalui kisah Daud dan Goliat, Pdt. Albert mengajak para peserta untuk menghadapi masa depan dengan iman dan tidak takut menghadapi berbagai tantangan.
Ia menegaskan bahwa kemenangan Daud bukan semata-mata karena kemampuan menggunakan katapel, melainkan karena iman dan kepercayaannya kepada Tuhan. “Daud berani menghadapi Goliat dan menyatakan bahwa kemenangan akan terjadi dalam nama Tuhan” Katanya.
Menurutnya, iman kepada Tuhan menjadi dasar penting dalam menjalani kehidupan. Karena itu, generasi muda diingatkan untuk terus membangun hubungan dengan Tuhan, hidup dalam iman, serta selalu mengingat pertolongan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan.
“Ebenhaezer, sampai di sini Tuhan menolong kita. Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan,” menjadi salah satu pesan penting dalam khotbah tersebut.
Pembukaan retreat juga mendapat dukungan dari Kabid SMA Kabupaten Jayawijaya, Otto Wibowo, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia mengajak para peserta tetap semangat selama kegiatan berlangsung.
Otto Wibowo juga menyampaikan dukungan atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya serta berharap kegiatan tersebut dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi para peserta.
“Selamat mengikuti kegiatan retreat ini selama beberapa hari ke depan. Tetap semangat, Tuhan terus memberkati kita semua. Saya juga mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya menyampaikan selamat dan sukses atas kegiatan ini,” Ujarnya
Sementara itu, Ketua Alumni SMA Kristen Wamena, Pdt. Dr. Neri Payage, M.Pdk., mengajak para peserta untuk tetap semangat dalam belajar dan mempersiapkan masa depan.
Neri Payage mengatakan, dirinya memahami proses yang sedang dijalani para peserta. Ia berpesan agar generasi muda tidak menjauh dari Tuhan karena Tuhan merupakan sumber kekuatan dalam menghadapi kehidupan dan menentukan arah masa depan.
“Jangan menjauh dari Tuhan. Tuhan adalah kekuatan yang menuntun dan mengatur masa depan kita. Generasi muda Papua Pegunungan harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi masa depan,” pesannya.
Di tempat yang sama, Ketua YBSI, Dr. Rasinus, M.Th., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan dan pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan dalam pembukaan Retreat YBSI 2026.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ke depan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan iman, karakter, serta masa depan para peserta.
Retreat YBSI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan kerohanian, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan motivasi bagi generasi muda Papua Pegunungan agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, memiliki keberanian, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja, pendidikan, masyarakat, dan masa depan Papua Pegunungan (*).
Pewarta: Mair Yikwa/Jurnalis Warga Noken Wamena*
