Wamena, nokenwene.com – Kantor Distrik Popugoba, Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan sempat di palang sejak tanggal 13 – 24 Februari 2026 ketika Bupati Kabupaten Jayawijaya, Athenius Murip menunjuk Rasman Wamu sebagai Plt Kepala Distrik Popugoba menggantikan Andreas Wamu.
Andreas Wamu sebagai kepala Distrik yang diganti, merasa tidak terima dan sebagai bentuk protes atas pergantian tersebut, dirinya bersama sejumlah pemuda di Distrik Poupukoba melakukan pemalangan jalan masuk kantor Distrik Popugoba, Puskesmas dan SD Inpres Popugoba.
Akibatnya, selama kurang lebih 12 hari sejak tangga 13 hingga 24 Februari 2026 aktivitas kantor maupun layanan kesehatan dan pendidikan tidak berjalan. Melihat kondisi tersebut, ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Popugoba berupaya melakukan mediasi dengan menghadirkan kedua bela pihak.
Turut diundang dalam kegiatan tersebut, staf ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Nikolaus Itlay, KabagTata Pemerintahan (Tapem), DPRP Papua Pegunungan Marius Wamu, DPRK Jayawijaya Agus Himan, Kepala Distrik Maima, serta sejumlah elemen masyarakat Distrik Popugoba.
Nikolaus Itlay selaku Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan,Hukum dan Politik usai mengikuti pertemuan tersebut mengatakan, persoalan pemalangan tersebut telah diselesaikan secara aman dan damai, karena menurutnya masalah tersebut terjadi karena miskomunikasi.
“Seluruh elemen masyarakat terlibat dan luruskan persoalan – persoalan yang terjadi karena miskomunikasi, kita luruskan sehingga secara musyawara telah terjadi kesepakatan dan lakukan perdamaian, saling minta maaf antara kepala Distrik yang baru dan kepala distrik yang lama sehingga dilakukan pembukaan pemalangan secara simbolis,” jelas Itlay, Selasa (24/2/2026).
Selanjutnya, Ia mewakili Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat terutama pihak pemalang kantor dan para tokoh masyarakat juga intelektual Distrik Popugoba yang hadir selesaikan dengan aman dan damai.
“Sehingga hari ini juga akses pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan di Distrik juga bisa berjalan aktif sebagaimana biasanya,”ucap Nikolas.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Distrik Popukoba untuk mendukung Plt Kepala Distrik yang baru (Rasman Wamu) untuk memimpin jalannya pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan di Distrik Popukoba.
“Terkait dengan rujukan atau tuntutan dari tokoh intelektual dan tokoh masyarakat yang berhubungan dengan posisi atau jabatan mantan kepala distrik, itu kami akan laporkan kepada Bupati karena kewenangan untuk menentukan seorang eselon empat, tiga itu kewenangan dari Bupati. Nanti kami akan sampaikan supaya pak mantan juga tidak mungkin kita akan terlantarkan. Tetapi kami akan laporkan Bupati karena banyak OPD belum ada Kabag, Bidang dan seksi juga banyak yang kosong,”ungkap Itlay.
Ditempat yang sama, Andreas Wamu selaku mantan Kepala Distrik Popugoba menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen masyarakat di Distrik Popugoba terutama kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas tindakan pemalakan yang dilakukan.
“Saya mengucapkan permohonan maaf kepada Pemerintah, kepada pelayan kesehatan, sekolah , kepada DPR dan seluruh masyarakat yang ada di Distrik Popugoba. Jadi, segala aktivitas pemerintahan silahkan berjalan dengan baik,”ungkap Wamu.
Untuk diketahui, Bupati Jayawijaya, Athenius Murip didampingi Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere melakukan pergantian tujuh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk menunjuk Rasman Wamu selaku kepala Distrik Popugoba pada, Rabu (11/2/2026) di ruang kerja Bupati (*).
Pewarta: Onoy Lokobal / Jurnalis Warga Noken Wamena*
