Selasa, Februari 24, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Headline Polhukam

TPNPB Tetapkan 2 Agenda Utama Menuju Pembebasan

in Polhukam
TPNPB Tetapkan 2 Agenda Utama Menuju Pembebasan

Juru Bicara (Jubir) TPNPB-OPM, Seby Sambom ketika menyampaikan siaran pers. (Screenshot Video)

Share on WAShare on FB

Wamena, nokenwene.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), secara organisasi telah menetapkan dua agenda utama sebagai jalan menuju pembebasan sejati yang diperjuangkan selama ini.

Dua agenda tersebut,; merebut kembali kemerdekaan melalui perang dan yang berikut adalah menempuh dengan jalur hukum internasional, yakni membawa Indonesia ke Mahkama Internasional.

RelatedPosts

TPN PB: Investor Asing Hentikan Kerja Sama Pemerintah RI untuk Masuk di Tanah Papua  

PSI Papua Pegunungan All Out: Jokowi Akan Buktikan Lagi Kekuatan Figur

Keterangan itu disampaikan Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom,) melalui siaran pers rekaman video berdurasi 12 menit 27 detik) pada Rabu (18/2/2026), Seby menjelaskan bahwa dari dua agenda utama tersebut, untuk merebut kemerdekaan melalui perang dibagi dua tahapan, yakni; revolusi tahapan dan revolusi total.

Sedangkan untuk menempuh dengan jalur hukum internasional, yakni membawa Indonesia ke Mahkama Internasional, pihaknya membagi peran untuk memproses sesuai mekanisme yang berlaku di hukum internasional.

“oleh karena itu, kami terus mengedukasi anda sekalian dimana saja berada bahwa TPNPB, Komando Nasional dibawah pimpinan Panglima Tinggi, Jenderal Naman Goliat Tabuni dan Komandan operasi umum, Mayor Lekagak Telenggen pada tahun 2017 di Yambi, Kabupaten Puncak Jaya telah mengumumkan perang revolusi tahapan dan akan berlanjut dengan perang revolusi total. Jadi, perang sudah mulai. Di sembilan (9) wilaya pertahanan menyatakan mulai perang revolusi tahapan,”Tegas Sambom.

Selanjutnya, Seby menyebutkan bahwa Sembilan wilayah pertahanan yang suda bergerak angkat senjata, diantaranya; Puncak Jaya, Puncak Papua atau Ilaga, Ndugama, Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Sorong [di] Maybrat dan juga Paniai juga wilaya Dogiyai.

“ingat, TPNPB mempunyai agenda hanya dua (2). Yang pertama, merebut kemerdekaan melalui perang dan yang kedua, bawa Indonesia di Mahkama Internasional, di jalur hukum. Jadi, jalur hukum juga TPNPB suda siap. Jalur perang juga TPNPB suda  siap,”ungkap Jubir TPNPB.

Dari video yang berdurasi 12 menit 27 detik itu, di menit ke 39 lewat 40 detik, Ia mengingatkan bahwa, tahapan yang sedang berjalan adalah revolusi tahapan bukan revolusi total. Untuk itu, pihaknya mengeluarkan siaran pers melalui video tersebut merupakan bentuk edukasi ataupun mengingatkan kepada seluruh rakyat Papua maupun non Papua yang berada di wilaya Papua.

“ingat ya, revolusi total nanti. Revolusi total belum umumkan. Dan revolusi tahapan suda mulai, kami harap dari revolusi tahapan ini bertahan sampai menuju revolusi total terjadi tidak terlalu lama lagi . jadi satu tahun ini kami harus mempunyai persiapan yang baik untuk menyambut revolusi total,” ujar Sebby Sambom.

Lebih lanjut, jubir TPNPB menerangkan bahwa perang revolusi tahapan yang selama ini terjadi di daerah pertahanan maupun perang revolusi total nanti merupakan perang Nasional pembebasan Papua Barat.

“artinya, perang ini Nasional. Bukannya perang orang gunung, bukannya perang orang pante, bukan perangnya orang pulau. Orang papua itu satu bangsa dan satu komando dalam satu bangsa itu. Semuanya memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan,” jelasnya.

Berhubung adanya kritikan negatif yang menyudutkan ketika ada aksi TPNPB oleh lembaga-lembaga kemanusiaan, pekerja HAM termasuk gereja, Seby mengajak untuk mendukung perjuangan TPNPB dan tidak punya hak untuk mengutuk TPNPB karena menurutnya, TPNPB mempunyai perhitungan dan taktik juga strategi-strategi sebagai militer pertahanan.

“oleh karena itu, anda terlalu pintar mengkritisi perang TPNPB berbicara di media, terutama komnas HAM Republik Indonesia juga Komnas HAM perwakilan Papua, para pekerja HAM, dan juga para toko-toko agama terutama dewan gereja papua untuk tetap mendukung perjuangan papua karena anda tidak punya hak untuk mengutuk perang TPNPB, karena TPNPB mempunyai perhitungan dan mempunyai taktik dan strategi-strategi sebagai militer pertahanan,” ujar Seby.

Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena*

Tags: JUBIRPapua MerdekaTPNPB - OPM
SendShareTweet

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene