Wamena, nokenwene.com – Ketua Persekutuan Gereja – gereja Papua Pegunungan (PGPP) Pdt. Arie Mabel, M.Th mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima dana senilai 6 Miliar yang dijanjikan 6 penjabat Gubernur se tanah Papua pada perayaan HUT Pekabaran Injil (PI) 2024 lalu.
Pdt. Arie Mabel mengatakan, saat itu pihaknya menerima simbolis di atas kertas yang bertuliskan nominal 6 miliar rupiah dari 6 Gubernur se tanah Papua, namun hingga saat ini PGPP secara organisasi belum menerima dana tersebut.
“Memang pada waktu kita ibadah (peringatan HUT PI) di lapangan Pendidikan itu saya terima hanya kertas itu saja tulisan di situ memang enam miliar, tapi fisiknya saya belum terima sampai sekarang, PGPP belum terim” Katanya saat ditemui di kediamannya, selasa (17/02/26).
Sebelumnya pada HUT PI 2024 lalu, enam penjabat gubernur se tanah Papua hadir di Wamena, dan berjanji akan memberikan dana masing-masing Rp 1 miliar untuk pembangunan situs sejarah HUT PI. Namun janji tersebut diakui belum terealisasi.
“Panitia pun saya tahu itu tidak terima PGGJ Jayawijaya sebagai tuan rumah juga tidak terima, pemerintah juga saya yakin tidak terima, kalau masuk uang itu di pemerintah pasti itu dikasih tahu juga, jadi belum” Kata Arie Mabel.
Ia juga meyakini jika Gubernur definitif John Tabo belum mengetahui perihal janji Pj Gubernur Velix Wanggai bersama 6 Pj Gubernur se tanah Papua termasuk Ribka Haluk yang kini menjabat sebagai Wamendageri RI.
“Memang bapak Gubernur kita ini (John Tabo) dia tidak tahu jadi mesti harus dikasih tau lagi dulu supaya bisa disuarakan , yang tahu Pj pak Velix Wanggai dan Ibu Wamendagri Ribka Haluk” Ujarnya.
Oleh karena itu, ketua PGPP Pdt. Arie Mabel berharap kepada Pemprov dan Pemda Jayawijaya serta Wamendagri Ribka Haluk agar bisa berupaya membangun koordinasi dengan para Gubernur dalam merealisasikan janji tersebut.
“Inikan janji dihadapan Tuhan dan di hadapan masyarakat jadi harapannya ya kalo bisa dalam waktu dekat uang itu bisa cair lah begitu. Kalo bisa ini bisa ditelusuri, berkat itu buat Injil jadi tolong bisa upayakan begitu” Harapnya.
Sebelumnya Anggota DPRP Papua Pegunungan, Bertus Asso mempertanyakan dana 6 miliar yang dijanjikan oleh para Gubernur se tanah Papua tersebut. Menurutnya jika dana tersebut masih terkendala mestinya segerah disampaikan ke publi.
“Dalam APBD itu barang kali masuk transfer di PGGJ atau belum, ini perlu ada transparansi antara PGGJ dan daerah –daerah tempat injil masuk. Karena, momen injil tidak akan busuk dan dari tahun ke tahun akan tetap ada. Sejara tetap akan tertulis dalam sejaraH,” Kata Bertus Asso, pekan kemarin (*).
Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena*
