Wamena, nokenwene.com – Pemernti Provinsi Papua Pegunungan dan Pemda Kabupaten Jayawijaya beserta DPRK dan DPRP diminta untuk segera bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang peringatan HUT Pekabaran Injil (PI) di Lembah Baliem, 20 april 1954, sebagaimana Perda HUT PI 05 Februari di Mansinam.
Ketua III DPRP Papua Pegunungan, Bertus Asso mengatakan, Pemerintah hadir atas terobosan Injil melalui para misionaris terdahulu, sehingga Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten punya kewajiban moral untuk mendorong Perda sebagai kepastian hukum untuk setiap tahunnya diperingati umat kristiani, termasuk pembangunan monumen sejarah HUT PI.
“inilah yang saya sampaikan bahwa dalam pemerintahan sebelumnya Pj. Gubernur Papua Pegunungan, pak Velix Wanggai suda ditetapkan libur fakultatif untuk momen ini diabadikan, namun itu belum masuk secara legalitas hukum sehingga, saya minta ini harus diperdakan, seperti yang dilakukan di Mansinam, ” Kata Bertus Asso di Wamena, Senin (09/02/2026).
Katanya, di seluruh tanah Papua setiap tanggal 5 februari diperingati sebagai hari peringatan Injil di Mansinam Manokwari, dimana peringatan itu telah diatur melalui peraturan daerah. Oleh karenanya peringatan HUT PI di Lembah Baliem juga mesti didorong menjadi Perda.
“Kita di wilayah Papua Pegunungan, Injil memulai dari Minimo ke Hepuba hingga ke Asotipo. Dan dari Asotipo berkembang hingga keseluruh wilayah Papua Pegunungan. Sehingga kita harus masukan juga di dalam perda dan Bapemperda harus dibahas dalam tahun ini supaya setiap tahun daerah injil masuk atau daerah peradaban yang suda perna terjadi itu menjadi momen penting untuk kedepannya yang lebih baik, ” Kata Bertus.
Oleh karena itu Bertus Asso mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di bawa kepemimpinan Dr. Jhon Tabo dan Dr. Ones Pahabol agar segerah mendorong Perda dimaksud sebelum memasuki 20 April 2026.
“Wisata rohani untuk Papua Pegunungan bisa dilakukan di wilayah Minimo [Distrik Maima] karena sejarah peradaban, pintu masuk semua ada di sini [Minimo]. Jadi, kita tidak bisa bawa sejarah ini ketempat lain,” Tegas Asso.
Bertus juga mengatakan akan menyampaikan hal itu kepada Gubernur dan Wakil. “Akan sampaikan kepada gubernur dan wakil gubernur supaya dibangun jalan dan jembatan biar peradaban ini bisa berkembang. Dan orang dari mana-mana bisa beribadah disini, ” Tutupnya.
Pewarta : Onoy Lokobal/Jurnalis Warga Noken Wamena*
