Wamena, nokenwene.com – Kepala Distrik Hilipuk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan,carter pesawat Susi Air untuk menyalurkan bantuan beras dann bahan makanan (Bama) kepada beberapa jemaat gereja di Distrik tersebut.
Kepala Distrik Hilipuk Yusak Bahabol, SE Salurkan Bantuan Beras untuk perayaan Natal ke 5 Jemaat Klasis Holuwon yang ada dibawa Naungan Distrik Hilipuk, yakni Jemaat Eklesia Una, Jemaat Saitunkini, Jemaat Bereayaruhuk, Jemaat Yudea Woruahaik dan Jemaat Patmos Homindipmu.
Yusak Bahabol mengatakan, di Distrik Hilipuk terdapat 5 Jemaat dan 7 Kampung atau Desa. 7 Kampung yang dimaksud yakni Kampung Hilipuk, Kampung Homindipmu, Kampung Kini, Yaruhuk, Yamin, Kampung Dindok dan Kampung Sohondipmu.
“Hari ini 7 Kampung 5 Jemaat kita mau memberikan bantuan uang dan Bama tetapi tidak berhasil karena pesawat cuaca buruk. Kita sudah putar sampai di atas Lapangan terbang una Distrik Hilipuk tetapi tidak bisa sehingga kita mendarat di Holuwon.” Kata Yusak Bahabol SE, kepada Wartawan di distrik Holuwon, Jumat, (19/12/2025).
Kepala Distrik mengatakan dirinya sudah berusaha secara maksimal dengan harapan bantuan beras itu bisa diterima oleh masyarakat Distrik Hilipuk 7 Kampung 5 Jemaat namun dengan sulitnya penerbangan Bulan Natal karena masyarakat ke kampung-kampung sehingga Batal 3 Kali dan akhirnya baru bisa diterbangkan ke Hilipuk pada 19 Desember 2025.
“Mohon Maaf kepada masyarakat 7 Kampung 5 Gereja saya sampaikan mohon maaf karena pengaruh cuaca buruk sehingga Bama Natal kita kasih turun di Holuwon. Setelah antar bisa dipergunakan untuk kebutuhan Natal minggu depan, Terima Kasih,” Kata Kepala Distrik Hilipuk setelah tiba di Wamena.
Ia menambahkan dalam kepemimpinannya melalui pemerintah pusat Kementerian Sosial, Kantor Pos Pusat, Dinas Sosial kabupaten Yahukimo, Kantor Pos Yahukimo serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yahukimo telah memberikan bantuan tunai langsung kepada masyarakat melalui dana PLTS Kesra.
Diketahui bahwa Distrik Hilipuk terletak di dataran tinggi Kabupaten Yahukimo, sehingga akses transportasi untuk mengangkut bantuan harus mencarter pesawat dengan biaya puluhan juta (*).
Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena*
