Dekai,nokenwene.com— Pemerintah Kabupaten Yahukimo memastikan kualitas dan kelayakan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang akan disalurkan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung ke Gudang Bulog Cabang Merauke dan Gudang Bulog Kurik oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Yahukimo, Bongga Sumule, S.KM., M.Kes, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Yahukimo, Saskar Kenangalem, S.Si., M.Si, pada Senin (15/12/2025).
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh bantuan pangan berada dalam kondisi baik, aman, dan layak konsumsi sebelum dikirim ke Kabupaten Yahukimo. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk pengawasan langsung pemerintah daerah terhadap distribusi bantuan pangan dari pemerintah pusat.
“Aspek kualitas menjadi perhatian utama kami. Kami ingin memastikan bahwa beras dan minyak goreng yang akan diterima masyarakat Yahukimo benar-benar layak konsumsi dan tidak mengalami kerusakan selama proses penyimpanan maupun pengiriman,” ujar Bongga Sumule saat ditemui di Gudang Bulog Merauke.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 terjadi keterlambatan pengiriman bantuan pangan akibat adanya kebijakan baru dari Badan Pangan Nasional. Dalam kebijakan tersebut, bantuan pangan untuk periode November–Desember tidak hanya berupa beras, tetapi juga dilengkapi dengan minyak goreng kemasan.
“Perubahan kebijakan ini membutuhkan penyesuaian dalam proses pengadaan dan distribusi, sehingga berdampak pada waktu pengiriman ke daerah, termasuk Kabupaten Yahukimo,” jelasnya.
Adapun total bantuan pangan yang akan dikirim ke Kabupaten Yahukimo terdiri dari beras sebanyak 512 ton dan minyak goreng sebanyak 102 ton. Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Yahukimo tercatat sebagai penerima bantuan pangan terbesar di wilayah Tanah Papua.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Yahukimo, Saskar Kenangalem, menyampaikan bahwa beras yang akan dikirim merupakan hasil produksi petani lokal Merauke yang telah diserap oleh Bulog Cabang Merauke dan sejatinya sudah siap sejak November 2025.
“Untuk beras sebenarnya tidak ada kendala, karena sudah tersedia sejak bulan November. Namun, minyak goreng berasal dari Surabaya dan baru tiba di Merauke pada 12 Desember 2025. Saat ini masih dalam proses pembongkaran ke gudang Bulog,” ungkap Saskar.
Setelah seluruh proses pembongkaran selesai, beras dan minyak goreng akan dimuat ke kapal melalui Pelabuhan Logpon untuk selanjutnya dikirim ke Kabupaten Yahukimo. Proses pemuatan direncanakan mulai Selasa (16/12/2025) atau paling lambat dalam dua hari ke depan.
“Pemuatan diperkirakan memakan waktu sekitar empat hingga lima hari apabila cuaca cerah. Jika hujan, proses bisa lebih lama karena kami harus menjaga kualitas beras agar tidak rusak,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap kondisi cuaca laut dalam keadaan baik sehingga izin berlayar dari KP3 Laut atau Syahbandar Merauke dapat segera diterbitkan. Lama perjalanan menuju Kabupaten Yahukimo juga sangat bergantung pada faktor cuaca selama pelayaran.
Melalui kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Yahukimo mengimbau seluruh masyarakat agar tetap bersabar dan tidak terpengaruh oleh keterlambatan penyaluran bantuan pangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan fokus mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Natal 2025. Pemerintah memastikan bantuan pangan ini akan tetap disalurkan setelah seluruh proses teknis dan aspek keselamatan terpenuhi,” tutup Bongga Sumule.(*)
Sumber: Diskominfo Yahukimo
