Dekai,nokenwene.com—Majelis Rakyat Papua (MRP) soroti ketidak hadiran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Daerah Jayawijaya dalam pelatihan pengembangan diri SDM OAP bersama JOSE selama dua hari di Wamena.
Kekecewaan mendalam disampaikan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Fibiolla Irianni Ohe, lantaran ketidakhadiran pemerintah provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah daerah Jayawijaya dalam pelatihan pengembangan diri SDM Orang Asli Papua (OAP) di Wamena pada, Jumat (16/5/2025).
Menurutnya, pembangunan Papua Pegunungan tidak akan maju tanpa investasi serius pada SDM, namun absennya pemerintah menunjukkan kurangnya komitmen terhadap masa depan orang asli papua di papua pegunungan.
Fibiolla menyatakan, sejak lama Wamena menjadi tempat pelayanannya. Namun, ketidakhadiran pemerintah dalam kegiatan ini membuatnya merasa sedih dan bertanya-tanya tentang nasib generasi Papua Pegunungan ke depan.
“Hari ini saya menangis karena pemerintah tidak hadir. Jika mereka terus abai, bagaimana masa depan orang Papua?”ujarnya.
Menurutnya, SDM yang kuat dan memiliki soft skill adalah pondasi utama kemajuan suatu daerah. Ia menegaskan bahwa meski pemerintah tidak hadir, Tuhan tetap menyertai, dan masyarakat harus tetap optimis dalam membangun Papua Pegunungan.
“Orang Papua itu hebat dan luar biasa dan kita punya masa depan walaupun sendiri. Kita semua jatuh dan bangun, tapi tidak boleh menyerah,” tambahnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia serta Anggota DPRP Papua Pegunungan, Fransina Daby, yang telah menjadi donatur utama dan memastikan kelangsungan acara ini.
“Saya sudah mencoba menghubungi pemerintah provinsi dan kabupaten agar melihat kegiatan ini, tetapi tidak ada satu pun yang datang. Adik-adik butuh support Ke depan, kita harus berkomitmen pada pelatihan-pelatihan demi kemajuan orang asli Papua,” tegasnya.
Ohhe berharap agar Papua Pegunungan semakin maju melalui pengetahuan soft skill yang dimiliki masyarakatnya.(*)
Pewarta : Ruland Kabak
