Selasa, Januari 20, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Headline

Temukan 9 Kasus, Pemerintah  Tetapkan Status KLB Campak di Jayawijaya

in Headline, Pendidikan dan Kesehatan
Temukan 9 Kasus, Pemerintah  Tetapkan Status KLB Campak di Jayawijaya

Bupati Jayawijaya saat memimpin rapat - JW Noken

Share on WAShare on FB

Wamena, nokenwene.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan,  menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus campak di Jayawijaya. Penetapan itu atas temuan 9 kasus campak di kota Wamena dari 144 suspek yang dikirim ke laboratorium Surabaya.  Kasus itu mulai terdeteki sejak bulan mei 2023.

Menyikapi kasus tersebut, pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama berbagai stakeholder segerah menggelar rapat koordinasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kasus campak, pada salah satu hotel di Wamena, selasa (13/06/2023).

RelatedPosts

Asosiasi Wartawan Papua Gelar Festival Media Pertama di Nabire

Jelang Tahun Baru, DPRK Jayawijaya Minta Jaga Keamanan Kota Wamena

Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, Jhon Ricar Banua didampingi Wakil Bupati Marthin Yogobi, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Willy Mambiew, SpOG, para kepala Puskesmas dan kepala Distrik se Kabupaten Jayawijaya, serta sejumlah pmpinan OPD lainnya.

“Dengan adanya temuan campak kami sudah rapat untuk kita mulai lakukan penindakan, pengobatan maupun mencari dan pencegahan di wilayah-wilayah yang kita lihat tadi” Kata Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard Banua menjelaskan pertemuan  tersebut.

Upaya tersebut akan dilakukan dengan pembentukan tim dan jadwal kunjungan untuk selanjutnya diturunkan pada sejumlah distrik di Kabupaten Jayawijaya.

“Mulai hari jumat, tim dari Puskesmas Distrik maupun dari Dinas Kesehatan maupun OPD terkait, kita lakukan berbagai upaya di beberapa titik yang akan ditentukan” ungkap Bupati.

Bupati  juga mengatakan Pemerintah akan segerah menetapkan status  Jayawijaya  sebagai KLB kasus Campak karena temuannya sudah melebihi standasr untuk dietapkan sebagai kejadian luar biasa yaitu sebanyak 9 kasus Campak.

“Saya kira sudah kita harus lakukan KLB karena lebih dari dua saja sudah harus KLB. Saya sudah perintahkan kemarin mudah-mudahan saya lihat SK nya, hari ini kalo sudah ini ya kami sudah bisa keluarkan (status KLB)” ungkap Bupati Banua.

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Dokter Willy Mambiew, SpOG, mengatakan, kasus campak tersebut mulai terdeteksi sejak bulan mei lalu, awalnyya  3 kasus, tapi setelah dikirm suspek ke laboratorium Surabaya ditemukan 9 Kasus campak di Jayawijaya.

“Suspek itu sampai kemarin ada 144, hasilnya mereka konfirmasi 9 itu positif semua. Kasus ini mulai meningkat dari bulan mei ke sini sampai kemarin itu jumlahnya sudah 144” kata Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya.

Dikatakan, kasus tersebut tersebar pada 14 Distrik di Jayawijaya dan lebih dominan terdapat di Wamena kota. “Paling banyak ada di Wamena kota” kta Dokter Willy.

Dokter menjelaskan, potensi penyebaran kasus tersebut sangat besar karena campak bisa menular pada lingkungan sekitar pasien campak berada.

“Secara epidemolgi kalo satu yang kena dia punya potensi untuk menyebar ke yang lain itu ada” Jelasnya. (*)

Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena*

Tags: Kasus Campak di JayawijayaKLB Campak Jayawijaya
SendShareTweet

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene