Sabtu, Februari 14, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Headline

Bupati Jayawijaya: Tidak Ada Lagi Perbedaan Antara Pemerintah dan Dewan Adat Papua

in Headline
Bupati Jayawijaya: Tidak Ada Lagi Perbedaan Antara Pemerintah dan Dewan Adat Papua

Bupati Jayawijaya Jhon Ricard Banua, saat buka konferensi DAP Lapago di Wamena - JW /Osil

Share on WAShare on FB

Wamena, nokenwene. Com – Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Ricard  Banua, mengatakan dengan kehadiran dirinya bersama Forkopimda dalam konferensi Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Lapago di Wamen, maka tidak ada lagi perbedaan antara DAP dan pemerintah daerah seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard  Banua ketika secara resmi membuka Konferensi  ke II masyarakat adat  (DAP) PapuaWilayah Lapago di Wamena.

RelatedPosts

PSI Papua Pegunungan All Out: Jokowi Akan Buktikan Lagi Kekuatan Figur

DPRP Papua Pegunungan Mendukung Pembentukan Perda  Adat Penyelesaian Konflik Sosial

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus DAP wilayah Baliem karena untuk pertama kalinya mengundang dirinya sebagai kepala daerah untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya sebagai bupati Jayawijaya bersama wakil bupati dan para Forkopimda kami hadir disini. Mungkin ini pertama kali bupati hadir acara DAP, karena saya merasa sebagai anak adat,” ungkap Jhon Banua , senin 11/04/2022..

Dikatakan, mengingat adat dan pemerintah saling berkaitan, Jhon R. Banua mengajak pengurus DAP wilayah Baliem, untuk bersama pemerintah menjaga dan membangun daerah Jayawijaya.

“Jadi saya harap kegiatan DAP hari ini kami pemda dan forkopimda kami hadir lengkap karena saya ingin membuktikan kepada bapak ibu sekalian bahwa tidak ada perbedaan antara pemerintah dan DAP. Saya merasa sebagai bagian dari anak adat dan ini kesempatan baik untuk kami, karena pemerintah juga butuh masukan dari DAP,” ucap Banua

Jika dulu mungkin terdapat perbedaan antara dewan adat dan pemerintah, namun kata Banua sebagai bupati dan wakil bupati bersama forkopimda dirinya tidak ada batasan-batasan antara DAP dan pemerintah.

“Kita pemerintah butuh masukan dari DAP terkait pembangunan di daerah kami. Silahkan orang lain mau bicara kita seperti apa, tapi selama kepemimpinan saya dan wakil bupati kami ingin kerjasama,” pungkasnya

Untuk itu, Jhon Banua berharap hasil dari konferensi yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari ini, nantinya dapat dibagikan juga kepada pemda setempat untuk didiskusikan bersama-sama.

“Setiap ada kegiatan kami juga libatkan ketua DAP untuk memberikan masukan kepada kami pemda dan itu sudah kami lakukan selama ini,”Pungkasnya.

Konferensi ke II DAP wilayah Baliem (Laapago), selain dihadiri Bupati Jayawijaya, perwakilan para pengurus dan anggota DAP se Papua, kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Jayawijaya, yang didampingi Dandim 1702 Jayawijaya beserta Kapolres Jayawijaya.

“Pemerintah dan masyarakat adat adalah mitra tetap, karena masyarat adat diakui juga  PBB sehingga pemerintah juga berkewajiban bermitra dengan masyarakat adat, dalam hal mendorong program-program strategis untuk masyarakat adat”, ungkap Dominikus Surabut

Dominukus Surabut, saat memberikan sambutan – JW/Osil

Dominikus beralasan karena pemerintah daerah juga bagian dari anak adat,  jadi menurutnya apa yang dilakukan  hari ini bagian dari kemitraan.

“Sehingga, pemerintah secara fisik hadir berikan dukungan dalam konferensi ini. Karena dalam konferensi ini akan menghasilkan program-program untuk masyarakat adat, dan program tersebut nantinya akan disampaikan juga kepada pemerintah.,” katanya.

Selanjutnya kata Surabut, hasil konferensi tersebut, akan didorong ke pemerintah daerah khususnya Kabupaten Jayawijaya untuk tetapkan sebagai Perda

“Apa yang bisa dikerjakan pemerintah tentang hak-hak dasar masyarakat adat, dan struktur masyarakat ada. Setelah dibentuk akan diberikan kepada pemerintah, supaya pemerintan melihat dan akan dibentuk perda-perda tentang hukum adat, kita akan dorong ke sana,”paparnya.

Terkait agenda konferensi ke II itu, kata Ketua DAP Papua Dominikus Sorabut, konferensi ini adalah program DAP, dimana DAP sedang melakukan konsolidasi dan memfitalisasi serta menstrukturisasi tuju wilayah adat Papua.

“Domberai sudah, sekarang Lapago, jadi nanti kami akan keliling di lima wilayah adat lainnya, setelah itu kita akan lahirkan pemimpin DAP di Tanah Papua, jadi ini program rutin DAP Papua,” jelasnya.

Dominikus Surabut, berharap melalui Konferensi ke II DAP itu, nantinya akan mengangkat hak-hak dasar masyarakat adat mulai dari kampung, klan, suku, sub suku, daerah dan wilayah di wilayah Balim (Lapago).

Pewarta: Osil/ Jurnalis Warga Noken Wamena

Tags: Konferensi ke II DAP Lapago
SendShareTweet

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene