Jumat, Februari 13, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Headline

Sejarah Pendaratan Injil Pertama dan Penyebaran,  Adalah Dua Pengertian yang Berbeda

in Headline
Share on WAShare on FB
Wakil Bupati usai pengguntingan pita papan nama gereja Oikumene – JW Noken

Wamena, nokenwene.com – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogoby mengatakan, sejarah pendaratan injil pertama di Kabupaten Jayawijaya  dan sejarah penyebaran injil adalah dua moment  yang berbeda pengertiannya. Sejarah pendaratan pertama adalah Minimo (Kampung Minimo Distrik Maima) sedangkan Hitigima (Distrik Asotipo) adalah tempat pertama Injil disebarkan di Jayawijaya.

“ini dua moment, dua pengertian, dua kejadian yang beda, jadi saya selalu bialng itu, karna apa? Karena hari ini dibeberapa tempat kita rayakan satu peristiwa yang sesungguhnya itu harus dirayakan secara bersama oleh seluruh gereja” Ungkap Wakil Bupati Jayawijaya pada perayaan HUT Pekabaran Injil ke-67 di Kampung Minimo Distrik Maima, selasa 20/04/2021.

RelatedPosts

PSI Papua Pegunungan All Out: Jokowi Akan Buktikan Lagi Kekuatan Figur

DPRP Papua Pegunungan Mendukung Pembentukan Perda  Adat Penyelesaian Konflik Sosial

“dalam pikiran konsep saya bahwa Minimo adalah tempat injil mendarat di Lembah Baliem. Pertama injil mendarat di sini dulu. Kalo penyebaran itu dimulai dari Hitigima, dia menyebar di seluruh lembah baliem ini sampai ke seluruh lapago” kata Wakil Bupati Jayawijaya.

Untuk itu menurutnya, perlu ada satu pemahaman yang dibangun untuk menyatuhkan perbedaan pendapat tentang sejarah kontak pertama pekabaran injil di lembah Baliem Jayawijaya.

“butuh satu pemahaman yang utuh yang perlu dibangun oleh kita semua, denomenasi gereja tentang hari ini” kata Marthin.

Wakil Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada warga Kampung Minimo yang setiap tahun senantiasa memperingati HUT pekabaran Injil, karena dengan begitu bisa mengingatkan pemerintah dan umat Tuhan lainnya tentang hari bersejarah bagi masyarakat Wamena.

“adakalanya banyak dari antara kita lupa dengan tanggal 20 april, tapi dengan peristiwa seperti begini, ada yang mempertahankan, tahu bahwa tanggal 20 itu hari bersejarah”katanya.

Lebih jauh, Yogobi menegaskan, perlu diingat bahwa sejarah tidak perna berbohong sehingga ia mengingatkan sejarah gereja, sejarah Yesus Kristus tidak boleh di bohong.

“Dan sejarah masuknya injil di Lembah Baliem yang di mulai dari Minimo sampai ke Hitigima, itu satu sejarah, satu moment yang kita harus pegang, selalu peringati. Orang Baliem harus peringati itu, dari gereja manapun”

“Tapi injil Yesus  masuk pertama kali taruh kaki di Minimo di sungai Miniaput (muara sungai Mini)” Ujar Yogoby lagi.

Sementara itu, Pdt. Matius Himan, S.Th, seorang tokoh di tempat sejarah pekabaran Injil (di Minimo) mengatakan, memang sejarah mencatat bahwa Minimo adalah tempat pertama injil mendarat.

“setelah pelayanan pertama disini (Minimo) baru ke Pugima dari Pugima kembali, barula ke Hitigima, dari Hitigima itula memulainyan injil itu ke seluruh Pegunungan Tengah” Ujar Pdt. Himan.

Pewarta: Jurnalis Warga Noken

SendShareTweet

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene