
Wamena, nokenwene.com -Masyarakat Distrik Asolokobal Menyatakan kesepakatannya untuk mengganti Kepala Distrik Asolokobal, karena dinilai tidak melaksanakan tugas pelayanan publik sebagaimana yang diharapkan warga setempat. Kesepakatan itu dihasilkan melalui forum rapat bersama yang difasilitasi tim Pembaharu Distrik Asolokobal, dihadiri berbagai elemen masyarakat setempat.
“karena selama ini kepala Distrik sejak diangkat sampai hari ini tidak pernah aktif ke kantor, karena itu kami sembilan kampung mendukung aspirasi harus ada pergantian begitu” ungkap Markus Lokobal, Kepala Kampung Asolokobal ketika diwawancarai Noken Wene, Usai pertemuan, Kamis, 22/10/2020.
Pertemuan yang dipusatkan di halaman kantor Distrik Asolokobal itu dihadiri berbagai elemen masyarakat dan para tokoh serta para kepala kampung, dan hasil akhinya menyepakati dua nama tokoh intelektual setempat yang akan di usulkan sebagai kepala distrik pengganti.
“jadi kami suda calonkan dua orang ke bapa bupati, nanti bupati akan tentukan salah satu sebagai kepala distrik dan satunya sekretaris. Jadi kami sembilan kampung sangat mendukung itu. Karena kepala distrik lama ini kinerjanya kurang bagus” Ujar Markurs, yang juga ketua Asosiasi 9 Kampung se-Distrik Asolokobal.
Selain itu, kata Markus Lokobal, masyarakat juga sepakat menolak calon kepala distrik yang bukan dari Intelektual asal asolokobal untuk menjabat sebagai kepala Distrik Asoklokobal tapi harus dari dua orang yang diusulkan masyarakt.
“kami tidak setuju untuk (orang) dari distrik lain yang masuk jadi kepala distrik Asolokobal, kami tidak setuju itu. Aspirasi ini muncul karena kepal Distrik yang lama tidak bisa kerja sesuai harapan masyarakat” Tegas Markus Lokobal.

Herdimus Asso, ketua tim Pembaharuan Distrik Asolokobal sebagai fasilitator pertemuan itu mengatakan, pihaknya dipilih masyarakat untuk memediasi aspirasi terkait kinerja kepala distrik yang oleh masyarakat tidak mengakomidir aspirasi.
“dengan adanya masalah-masalah seperti kantor distrik yang tidak pernah diperhatiakan operasionalnya, kepala distrik tidak perna hadir, meteran listrik kantor distrik yang tidak terurus, tidak kerja sama lagi dengan stafat, maka kami memediasi pertemuan in” Ujar Herdimus Asso.
Hasil dari pertemuan tersebut, lanjut Herdimus Asso, masyarakat telah sepakat mengganti kepala Distrik Asolokobal, dengan mengusulkan dua nama putra Asolokobal sebagai calon Kepala Distrik, untuk kemudian diajukan kepada Bupati Jayawijaya.
“aspirasi yang tadi disepakati ini kami akan sampaikan ke pemerintah. Harapan kami dalam waktu dekat segerah diganti lalu sekaligus memberikan SK dari dua nama yang diusulkan itu” Ujar Herdimus Asso.
Selanjutnya, hasil kesepakatan bersama masyarakat Asolokobal tersebut akan disampaikan kepada Bupati Jayawijaya pada senin, 26 Oktober 2020 di Kantor Bupati Jayawijaya.
Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena.