Jumat, Februari 13, 2026
NokenWene
No Result
View All Result
No Result
View All Result
NokenWene
No Result
View All Result
Home Headline

Mahasiswa Yahukimo di Malang Minta Polda Papua Tarik Pasukan dari Yahukimo

in Headline

Mahasiswa Yahukimo di Malang saat melakukan aksi terbatas di Asrama Yahukimo Kota Malang (Elpius Kanengga JW Sagu Yahukimo).

Share on WAShare on FB

 

Malang,nokenwene.com— Mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Malang meminta agar Polda Papua menarik pasukannya yang berada di Ibukota Kabupaten Yahukimo.

RelatedPosts

PSI Papua Pegunungan All Out: Jokowi Akan Buktikan Lagi Kekuatan Figur

DPRP Papua Pegunungan Mendukung Pembentukan Perda  Adat Penyelesaian Konflik Sosial

Permintaan tersebut disampaikan Hari Yoal Ketua Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Koordinator Wilayah (Korwil) Malang kepada nokenwene.com di Malang Senin,(07/08/2020).

Yoal mengatakan, keberadaan aparat keamanan di Dekai membuat kenyamanan dan keamanan masyarakat Yahukimo terganggu. Sehingga ia meminta kepada Presiden Republika Indonesia Ir. Jokowi Dodo dan Kapolda Papua Drs. Irjen Paulus Waterpau untuk segera tarik kembali pasukannya yang sedang melakukan penyisiran di Dekai.

” Perwakilan dari mahasiswa Korwil Yahukimo di Malang saya menyampaikan, Orang tua kami sedang diintimidasi, diteror, dan alat kerja mereka seperti parang kapak dan panah dirampas. Serta melakukan penangkapan liar dan kekerasan terhadap masyarakat sipil oleh militer Indonesia di Kabupaten Yahukimo. Sehingga saya dengan tegas mengatakan bahwa Kapolda Papua tarik pasukan yang ada di Ibukota Kabupaten Yahukimo,” tegas Yoal.

Ketua KPMY Korwil Malang menyebutkan, barang-barang yang disita oleh aparat seperti parang, panah, dan kapak, merupakan alat kerja dan alat berburu bagi masyarakat pegunungan guna menghidupi anggota keluarga dari nenek moyang sebelumnya. Selain itu, Yoal dengan tegas menolak kehadiran militer organik maupun non-organik yang ada di Papua terlebih khusus di Yahukimo .

Sementara itu, Jecson Pahabol salah satu mahasiswa Yahukimo di Malang meminta kepada Kapolres Yahukimo agar segera mengembalikan alat kerja berupa parang, kapak, dan panah milik masyarakat Yahukimo yang disita dalam razia penyitaan Senjata Tajam (Sajam) beberapa waktu yang lalu. Sebab menurutnya, kapak dan parang merupakan salah satu alat kerja untuk menghidupi anggota keluarga. Sedangkan panah, adalah alat untuk berburu hewan di hutan.

” Segera mengembalikan semua alat-alat kerja yang disita,” ujar Pahabol.

Pahabol juga mengatakan, dirinya menyesalkan dengan perbuatan yang dilakukan oleh aparat keamanan di Dekai. Sebab menurutnya, apa yang dilakukan aparat tidaklah manusiawi. Ia meminta agar hentikan penyisiran terhadap rakyat Yahukimo, hentikan menyita alat-alat kerja, berburu dan alat budaya masyarakat Yahukimo.

” hentikan penangkapan semena-mena terhadap masyarakat Yahukimo, Presiden dan Kapolda Papua segera tarik militer organik dan non organik dari Yahukimo, segera bebaskan semua tahanan yang ditahan di Polres Yahukimo,dan hentikan tindakan represif aparat kemanan terhadap masyarakat Yahukimo yang sangat berlebihan,” tutupnya.

Pewarta : Elpius Kanengga JW Sagu Yahukimo

SendShareTweet

Nokenwene.com merupakan media publikasi bagi Jurnalisme Warga Noken yang digagas para sahabat jurnalis dan aktivis di Wamena, Papua

© 2017-2022 Nokenwene.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Contact
  • Depan
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Nokenwene.com – Jurnalisme Warga Noken
  • Tentang Kami

© 2022 Nokenwene