Sabtu, 15 Agustus 2020
Beranda Headline Ratusan Juta Dandes Untuk Denda Adat, Salah Siapa?

Ratusan Juta Dandes Untuk Denda Adat, Salah Siapa?

Oleh Ronny Hisage.

(tulisan ini saya tidak bermaksud mempersalahkan aparat kampung Helaluwa atau menyinggung pihak keluarga yang tuntut denda, tapi lebih pada mengungkap persoalan yang dihadapai warga kampung untuk proses perbaikan sistem hukum adat dan positif di masyarakat).

Masyarakat  dan aparat Kampung Helaluwa, Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya, terpaksa ikhlaskan 150 juta dana desa tahun anggaran 2019 untuk membayar denda adat, atas kematian dua orang warga yang menurut keluarganya ada keterlibatan warga Kampung Atau Desa Helaluwa atas kematian keduanya.

Pada tahun 2019 ini dua masalah besar  (pembunuhan dan kematian) yang harus membayar denda adat menimpa masyarakat dan aparat kampung Helaluwa.

Msalah pertama, pada pada pertengahan tahun 2019 seorang pemuda di kampung helaluwa meninggal dunia akibat dipukul oleh rekannya setelah keduanya diduga mabuk minuman keras.  Pelaku diamankan di Polres Jayawijaya, proses hukum positif tuntas,  tapi hukum adat belum tuntas, keluarga tuntut denda adat senilai 600 juta ditamba puluhan ekor babi.

Masalah kedua, pada akhir tahun 2019,seorang ibu di Desa Helaluwa meninggal karena sakit, keluarganya yang berasasal dari desa lain menuduh kematian saudara perempuannya atas perilaku menyimpang suaminya, mediasi dilakukan di kantor desa, lalu vonis denda adat sebesar 100 juta, dibebankan kepada pihak suami yang berasal dari kampung Helaluwa.

Singkat cerita, pada  bulan Desember 2019, pembayaran denda adat perkara pertama dilakukan di halaman kantor polisi, sementara peraka kematian seorang ibu suda dilakukan sebelumnya.

Kedua tuntutan denda adat ini tidak saja ditujukan kepada masing-masing oknum pelaku atau yang diduga pelakunya saja, tetapi kepada pemerintah dan masyarakat Desa Helaluwa (sesuatu yang lazim di Wamena untuk kasus pembunuhan).  Kalaopun tuntutan itu kepada oknum pelaku  saja dan keluarganya, secara logika denda sebesar itu tidak akan bisa disanggupi dengan realita ekonomi masyarakat kampung yang ada.

 jika dipaksakan lalu tidak mampu penuhi tuntutan, bisa-bisa warga lain di kampung tersebut jadi korban balas dendam oleh  keluarga penuntut (ini sering terjadi juga), baik antar suku, kelompok, maupun antar desa, mereka tidak cari oknum pelakunya tapi pukul rata satu kampung, satu suku, siapapun warga yang berasal dari desa si pelaku bisa jadi sasaran balas dendam.

Maka mau tidak mau, pemerintah kampung mesti turun tangan untuk lindungi warganya yang lain dari ancaman.Kerap kali para penuntut juga mengincar dana desa, tuntutan adat akan pukul tingga karena tahu bahwa dana desa akan segerah cair. Disini memang posisi aparat kampung dilematis. Dibiarkan persoalan tidak bisa tuntas, turun tangan, tidak ada pilihan lain selain dana desa.

Pemerintah Desa juga sebenarnya punya aturan tersendiri saoal pembayaran denda untuk setiap perkara  yang dijatuhi hukuman denda, tapi biasanya lemah dalam penerapannya, apalagi menyangkut nyawa manusia, sepenuhnya akan berlakukan tuntutan pihak korban, sebesar apapun nilainya. Hamper semua kampung di Wamena ini berlaku demikian, saya sering mendengar dan menyaksikan itu dikampung-kampung. Melalui mediasi polisi pun sama saja, denda adat tetap besar.

Kembali ke kemapung Helaluwa tadi, Desa tempat saya tinggal,  pada tanggal 16 november 2019, aparat kampung akan menyalurkan dana desa, tahun 2019 kepada warga . dari total dana Rp. 300 Juta itu, aparat dan masyarakat buat kesepakatan, 150 juta disisikan untuk bayar denda adat. Sementara sisanya dibagikan oleh kelompok BUMKAM (Badan Usaha Milik Kampung) kepada masyarakat yang memiliki kegiatan perekonomian di kampung (usaha kios, kelompok tani,  peternakan dll). Rp. 500.000/ kelompok usaha. Ada yang marah-mara dan tidak terima, ada yang protes, kenapa dana yang diterimahnya kecil,  tapi mau bagaimana, denda adat harus dibayar.

sekali  lagi tulisan ini saya tidak bermaksud mempersalahkan aparat kampung Helaluwa atau menyinggung pihak keluarga yang tuntut denda, tapi lebih pada mengungkap persoalan yang dihadapai warga kampung untuk proses perbaikan sistem hukum adat dan positif di masyarakat.

Apa yang dialami masyarkat kampung Helaluwa Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya itu, sesungguhnya  bisa jadi sebuah cerminan tentang penyebab kegagalan pembangunan dari dana desa di sebagaian desa di Wamena ini.

Saya sering melihat dan mendengar, banyak orang di Wamena ini bilang bahwa bertahun-tahun dana desa dikucurkan tapi di kampung-kampung tidak ada perubahan yang signifikan, tidak ada pemmbangunan nyata. Atau anda mungkin sering menemukan dan bertanya kenapa tidak ada perubahan pembangunan dari dana desa, tentu saja masalah bayar-membayar denda adat ini salah satu penyebab kegagalan itu, selain SDM dan manajemen para aparat kampung yang perlu ditingkatkan, juga mindset masyarakat tentang tujuan dana desa.

Setelah bayar denda adat , Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana nanti aparat kampung akan buat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa, yang sama sekali tidak ada dalam juknis penggunaan dandes untuk denda? tapi itu hanya bayangan saya saja, di atas kertas gampang diatur, bukankah itu yang sering terjadi selama ini?

Kalau suda begini, apakah kita persalahkan aparat kampung, atau masyarakat yang menuntut denda adat? Tentu tidak semuanya mereka. Pemerintah daerah pun seringkali turun tangan banting miliaran rupiah untuk bayar denda adat atas pembunuhan atau kematian, praktek pemda tersebutlah yang barangkali ditiru masyarakat untuk menuntut pemerintahan di tingkat kampung.

Melihat masalah pertama yang dihadapi masyarakat kampung Helaluwa yakni, denda adat atas pembunuhan yang diduga akibat mabuk Miras, sebenarnya perkara tersebut diselesaikan di polres Jayawijaya melalui mediasi polisi, hukum positif suda berlaku bagi pihak pelaku, tapi ketika korban menuntut denda adat, polisi lepas tangan, sehingga tuntutan denda sebesar apapun tidak ada yang bisa melakukan tawar menawar.

Hukum adat atau denda adat, memang tidak ada aturan baku, tapi bukan berarti juga bahwa pihak kepolisian  mengakomodir semua tuntutan korban dalam jumlah rupiah yang cukup besar itu, mesti memberikan pertimbangan-pertimbangan sebab akibat dalam masalah tersebut, tapi itu jarang terjadi di polres Jayawijaya.

Saya katakana jarang, karena saya perna mengalami dan menulisnya dengan judul “Diduiga Ada Mafia Hukum Adat Di Polres Jayawijaya”  terbit di Koran jubi dan nokenwene.com.  Dugaan itu muncul sebab saat itu polisi sama sekali tidak mendengarkan apapun alasan dari pihak terlapor tapi lebih pada mengakomodir  tuntutan pelapor, dari perkara yang sebenanrya ada sebab akibat.

Hal lain yang juga memperkuat dugaan adalah, setelah pembayaran denda adat, masyarakat punya istila uang meja atau kalu bahasa Wamena biasa disebut “meja oko”, adalah sejumlah uang atau ternak yang diserahkan kepada pihak pengurus atau mediator dari sebuah perkara, sebagai balas jasa dari pihak penerima denda. Mengurus perkara di desa, praktek ini wajib. Besarannya tidak ditentukan, tapi semakin besar pembayaran akan semakin besar pulah jasa pengurus/mediator. Maka diduga, praktek ini membuat pihak mediator /polsis tidak berperan untuk memberikan keringanan beban denda adat.

Merujuk pada awal penyebab pembunuhan adalah akibat mabuk minuman keras (miras), tapi sampai detik ini masalah miras ini pun tidak perna bisa diatasi di Wamena ini, semua orang bicara miras itu biang kerok banyaknya kasus criminal di Wamena, mulai dari pemda, polisi, aparat desa , gereja hingga masyarakat semua mengakui itu, tapi tidak perna ada upaya serius untuk mengatasinya, perda miras hanya di atas kertas, penjualan miras jalan terus, Criminal meningkat, berperkara di polis atau kantor desa, denda adat lagi, begitu terus-menerus.

Sampai kapan kita hidup dalam kondsi ini?

Sesungguhnya, denda adat yang tak beraturan ini, bukan hanya penybab gagalnya pembangunan dari dana desa, tapi ia juga penghambat kemajuan ekonomi masyarakat khususnya orang asli Papua (OAP) di wamena kabupaten jayawijaya. betapa tidak, kumpul uang bersusah paya selama bertahun-tahun, dalam sekejap keluar karena denda adat yang jumlahnya tak tangung-tanggung.

Oleh karenanya, Kita tidak bisa terus-terusan hidup dalam kondisi ini, pemerintah daerah mesti turun tangan untuk mengaturnya, demikian juga polisi atau penegak hukum lainnya, jika memang benar-benar serius hadir untuk masyarakat. Ini persoalan masyarakat yang hingga kini belum diatur dan pemerintah sejatihnya hadir untuk mengurusi masyarakat, maka bukan perkara yang mustahil jika pemerintah bisa hadir ditengah persoalan ini.

* Penulis Adalah Pegawai di RRI Wamena

Must Read

Oknum Anggota Polres Jayawijaya Diduga Lakukan Praktek Pungli dari Warung Makan

Wamena, nokenwene.com – Diduga Kuat Oknum Anggot polisi di Polres Jayawijaya melakukan pungutan liar (Pungli) dari beberapa pemilik usaha di Kota Wamena sebagai jasa...

Peringati Hari Pribumi, Masyarakat Adat Papua Buat Petisi Tolak Otsus

Wamena, Nokenwene.com – Dewan Adat Papua (DAP) memperingati hari pribumi Internasional yang jatuh pada tanggal 9 Agustus 2020. Syukuran peringatan itu dilakukan di lapangan...

Ratusan Pencakar di Yahukimo Mendatangi Kantor Bupati

Dekai, nokenwene.com - Ratusan masa Pencari Kerja (Pencakar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Yahukimo mendatangi Kantor Bupati Yahukimo Senin,(03/08/2020). Koordinator Tim Pencari Kerja...

Pemkab Yahukimo Diminta Serius Tangani Pemadaman Listrik di Kota Dekai

Dekai, nokenwene.com - Pemerintah Kabupaten Yahukimo diminta untuk serius menangani pemadaman listrik di Dekai Ibukota Kabupaten Yahukimo. Permintaan tersebut disampaikan Rein Kobak, salah seorang masyarakat...

Related News

Oknum Anggota Polres Jayawijaya Diduga Lakukan Praktek Pungli dari Warung Makan

Wamena, nokenwene.com – Diduga Kuat Oknum Anggot polisi di Polres Jayawijaya melakukan pungutan liar (Pungli) dari beberapa pemilik usaha di Kota Wamena sebagai jasa...

Peringati Hari Pribumi, Masyarakat Adat Papua Buat Petisi Tolak Otsus

Wamena, Nokenwene.com – Dewan Adat Papua (DAP) memperingati hari pribumi Internasional yang jatuh pada tanggal 9 Agustus 2020. Syukuran peringatan itu dilakukan di lapangan...

Ratusan Pencakar di Yahukimo Mendatangi Kantor Bupati

Dekai, nokenwene.com - Ratusan masa Pencari Kerja (Pencakar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Yahukimo mendatangi Kantor Bupati Yahukimo Senin,(03/08/2020). Koordinator Tim Pencari Kerja...

Pemkab Yahukimo Diminta Serius Tangani Pemadaman Listrik di Kota Dekai

Dekai, nokenwene.com - Pemerintah Kabupaten Yahukimo diminta untuk serius menangani pemadaman listrik di Dekai Ibukota Kabupaten Yahukimo. Permintaan tersebut disampaikan Rein Kobak, salah seorang masyarakat...

15 KOMENTAR

  1. Woah! I’m really digging the template/theme of
    this site. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s challenging
    to get that “perfect balance” between superb usability and appearance.
    I must say you’ve done a superb job with this. Additionally, the
    blog loads very quick for me on Internet explorer.

    Outstanding Blog!

  2. Wonderful blog! I found it while searching on Yahoo News.
    Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News?
    I’ve been trying for a while but I never seem to get there!
    Cheers

  3. I like the valuable information you provide in your articles.
    I will bookmark your weblog and check again here regularly.
    I’m quite certain I’ll learn plenty of new stuff right here!
    Good luck for the next!

  4. Hello there, I discovered your blog by the use of Google even as
    searching for a related subject, your web site came up, it appears good.
    I’ve bookmarked it in my google bookmarks.
    Hello there, simply became aware of your weblog through
    Google, and located that it is truly informative.
    I’m going to be careful for brussels. I’ll appreciate in the
    event you proceed this in future. Numerous other folks can be benefited from your writing.

    Cheers!

  5. I have been exploring for a little bit for any high-quality articles or blog posts on this kind
    of house . Exploring in Yahoo I finally stumbled upon this website.
    Reading this info So i am satisfied to show that I have an incredibly just right uncanny feeling I came
    upon just what I needed. I such a lot surely will
    make sure to don?t put out of your mind this website and give it a look on a constant basis.

  6. This is really interesting, You are a very skilled blogger.
    I’ve joined your feed and look forward to seeking more of your magnificent post.
    Also, I have shared your web site in my social networks!

  7. Attractive section of content. I just stumbled upon your weblog and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account
    your blog posts. Any way I will be subscribing to your augment and even I achievement you access
    consistently fast.

  8. I’m not sure why but this weblog is loading incredibly slow for me.
    Is anyone else having this issue or is it a problem on my
    end? I’ll check back later on and see if the problem still exists.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here