FKUB Jayawijaya: Mari Memaafkan dan Kembali ke Kota Studi

  • Whatsapp

Wamena, nokenwene.com – Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya menghendaki mahasiswa Papua memiliki jiwa besar untuk memaafkan oknum rasialis dan tindakan main hakim sendiri di Malang dan Surabaya yang berujung mahasiswa memili eksodus ke Papua.

Harapan itu terucap, mengutip firman dalam Alkitab sehingga sebagai orang Kristen mesti berjiwa besar untuk memafkan kepada siapapun yang berbuat kejahatan terhadap kita.

“dalam konteks kita orang kristen saya piker diciptakan menurut gambar dan rupah Allah, dalam bagian ini saya mengutuk keras orang-orang yang menyampaikan hal ini (raisis)” ujar ketua FKUB Jayawijaya, Pdt. Esmon Walilo, ketika berdialog di RRI Wamena bertajuk Solusi masa depan pendidikan mahasiswa Papua yang eksodus, rabu, 18/10/19.

Sebagai orang Kristen, Esmon mengajak hendaknya kejahatan tidak dibalas dengan kejahatn tapi harus mampu untuk mengampuni dan membalasnya dengan kebaikan.

“Tapi juga saya sampaika kepada adik-adik kami (mahasiswa Papua eksodus) ketika mereka bicara itu (ucapan rasis), langsung kita berubah begini tapi kita mungkin terima itu, pembalasan itu urusan Tuhan, Tuhan bilang biar musuh sekalipun kita harus doakan mereka dan lemparkan berkat bagi mereka” ujar Esmon

Pastor Jhon Jongga, mengatakan sebagai orang beriman kita memiliki kewajiban moral untuk mampu memafkan dan mengampuni orang yang berbuat kejahatan terhadap kita, meskipun perbuatan tersebut menyakiti hati.

“saya mengajak adik-adik mahasiswa kita mempunyai kewajiban moral untuk harus mampu memafkan atau mengampuni kejahatan orang lain yang buat kita itu sakit hati dan marah. Mari memaafkan.” ajak Pastor Jhon.

Pastor mengakui bahwa apa yang dialami mahasiswa di luar Papua bukan sesuatu yang mudah untuk dilupakan karena merupakan luka yang berkaiatan dengan perasaan, harkat dan martabat manusia, akan tetapi sebagai umat beriman kita mesti berjiwa besar untuk memafkan lalu melanjutkan kulia.

“karena siapa yang menguasai pengetahuan, dia sebenarnya berkuasa. Artinya pendidikan adik-adik mahasiswa penting untuk menguasai Papua yang kaya ini” ujar pastor Jhon.

Pewarta: Hora / Jurnalis Warga Noken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.