Posko Untuk Mahasiswa Papua di Yahukimo Tidak Ditutup

  • Whatsapp


Dekai, Nokenwene.Com__Okniel Sobolim, Penanggung jawab posko untuk mendata mahasiswa Papua yang pulang ke Papua di Dekai membantah bahwa posko ditutup. Hal ini dikatakan Sobolim untuk menanggapi kabar yang beredar bahwa posko untuk para mahasiswa ditutup.

Namun Sobolim tidak menyangkal bahwa pihaknya membongkar tenda yang selama ini menjadi posko.

“Kami tidak bubarkan posko tetapi kami menyimpan, jadi ini klarifikasi. Posko anti rasisme menerima mahasiswa Papua se-Jawa Bali yang pulang ke Papua”, Kata Penanggung jawab posko Okniel Sobolim di Dekai, Senin (16/09/2019)


Okniel Sobolim menjelaskan bahwa timnya tetap ada dan terus bekerja untuk memastikan seluruh mahasiswa Yahukimo yang studi di luar Papua untuk didata dengan baik dan bisa mengikuti berkembangan dan keputusan gubernur Papua di Jayapura.

“Kami tetap bekerja, tetapi poskonya kami simpan karena ada di tengah pusat keramaian di Dekai. Ini dibuat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.


Okniel kembali menegaskan bahwa timnya tidak akan bubar sampai dengan masalah rasisme itu diproses sampai tuntas.


“Tim ini tidak akan bubar tetapi ini merupakan wadah untuk berdiskusi mencari solusi agar masalah rasis ini terurus secara tuntas sampai pada akarnya baru kami bubar”, kata sobolim.


Sobolim berharap kepada pemerintah terutama kepada pihak keamanan agar saling kerja sama dan hormati hak setiap warga negara, karena pemerintah sebagai penegak demokrasi sehingga ia berharap keamanan bersama pemda buka demokrasi seluasnya kepada rakyat Papua.

Selain itu dirinya berharap masyarakat Papua khusus rakyat Yahukimo untuk terus mensuport tim agar tim bekerja sesuai harapan.


“saya berharap keamanan bersama pemerintah daerah memberikan ruang demokrasi secara luas kepada kami rakyat dan saling suport dan berharap juga kepada rakyat Papua memberikan dukungan dari semua elemen masyarakat yahukimo agar kami dapat menyelesaikan masalah rasis itu secara menyeluruh”.


Ketika ditanya terkait nasib mahasiwa yang eksodus dari kota studi masing-masing, Okniel Sobolim menjelaskan bahwa mereka semua tunggu arahan dari gubernur provinsi dan posko induk di Jayapura karena posko di Yahukimo hanya untuk mendata sekaligus menjadi pusat informasi bagi rakyat di Yahukimo tentang mahasiswa yang pulang dari tempat studi. tutupnya.

Pewarta :Gerson Miram (JW Sagu Yahukimo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.