Pengungsi Nduga Derita ISPA, Diare dan Cacingan

  • Whatsapp
Tim Medis PAM GKI Port Numbay sedang merawat pengungsi Nduga yg sakit
Tim Medis PAM GKI Port Numbay sedang merawat pengungsi Nduga yg sakit

Wamena_nokenwene.com Komunitas Medis dari Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Port Numbay mengungkapkan bahwa para pengungsi Nduga di Wamena umumnya menderita ISPA, Diare, dan Cacingan.

Hal ini terungkap setelah Komunitas Medis PAM GKI melakukan pelayanan kesehatan bagi pengungsi Nduga untuk ketiga kalinya di Wamena.

Muat Lebih

Ruth Yoteni, salah satu tenaga kesehatan dari PAM GKI Port Numbay mengungkapkan bahwa umumnya para pengungsi menderita ISPA, Diare dan Cacingan.

“Ini tiga penyakit yang paling banyak kami temui di antara pengungsi”, terang Ruth di sela-sela pelayanan kesehatan untuk pengungsi Nduga, Kamis (06/07/2019.

Sejauh ini, belum ada penanganan serius dari pemerintah untuk penanganan pengungsi dari aspek kesehatan.

Ketua Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Pengungsi Nduga, Ence Geong menyampaikan terima kasih kepada para dokter dan perawat dari Komunitas Medis Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Port Numbay atas pelayanan kesehatan bagi pengungsi Nduga.

“Kami dari Tim Relawan menyampaikan limpah terima kasih untuk tenaga medis dari PAM GKI Port Numbay. Di tengah ketidakpedulian pemerintah terhadap pengungsi Nduga, kehadiran orang-orang muda yang tergabung dalam PAM GKI Port Numbay menjadi berkat tersendiri”, jelas Ence.

Ence menjelaskan bahwa komunitas yang sama telah melakukan pelayanan kesehatan untuk pengungsi Nduga sebanyak tiga kali.

“Kami di Tim relawan tidak memiliki tenaga kesehatan dan perlengkapan medis untuk melayani kesehatan pengungsi. Karena itu kami sangat kesulitan untuk membantu para pengungsi yang sakit”, tambah Sekretaris Eksekutif Yayasan Teratai Hati Papua ini.

Para pengungsi umumnya masih sangat takut berhadapan dengan orang baru. Pantauan nokenwene.com, Tim Relawan dan tim medis membutuhkan banyak waktu untuk meyakinkan pengungsi ketika harus merujuk pasien.

“Kita membutuhkan pelayanan kesehatan yang reguler untuk selalu melakukan kunjungan ke titik-titik pengungsian. Pengungsi masih trauma, jadi pelayanan kesehatanlah yang harus didekatkan kepada para pengungsi”, jelas Ence.

Ence berharap agar Komunitas Medis PAM GKI Port Numbay bisa kembali lagi dalam waktu dekat untuk melakukan pelayanan kesehatan. Selain itu dirinya berharap ada komunitas lain yang bersedia melakukan pelayanan kesehatan atau promosi kesehatan bagi pengungsi Nduga.

“Semoga tim ini bisa segera datang lagi. Selain itu, baik juga kalau ada komunitas lain yang bersedia lakukan pelayanan kesehatan termasuk promosi kesehatan bagi pengungsi Nduga. Kami juga akan melakukan pelayanan di wilayah Lani Jaya sehingga kami sangat berharap ada tim medis yang bisa ikut bersama kami”, tambah Ence

 

Pewarta Jurnalis Warga Nduga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.