Pemeriksaan BPOM, Takjil Aman, di Toko Masih ada Produk kadaluwarsa

  • Whatsapp
Petugas Saat Pemeriksaan Takjil di Wamena Mall

 

Petugas Saat Pemeriksaan Takjil di Wamena Mall / JW Noken

Wamena, nokenwene.com – setelah melakukan intensifikasi terhadap peredaran makanan di kota Wamena, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura memastikan, peredaran makanan  takjil di pusat kuliner berbuka  Wamena Mall aman, namun beberapa jenis makanan di toko, dan kios masih ditemukan jenis makanan yang suda kadaluwarsa

Pernyataan itu terungkap setelah BPOM Jayapura melakukan pemeriksaan terhadap peredaran makanan di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menjelang lebaran tahun 2019, rabu, 15/5/19 di Wamena Mall

“sasaran yang kami lakukan itu, pangan olahan yang tanpa izin edar, rusak dan kadarluasa. Selain itu kami pengawasan ke sarana distribusi, distributor, toko-toko besar, kios dan pasar tradisional, sasarannya mereka yang suda punya track record pelanggaran” ungkap Maria Renata, staf pemeriksaan BPOM Jayapura

Kata Dia, selama dua hari melakukan pemeriksaan didistributor, toko dan kios, ditemukan beberapa item barang yang suda kadaluarsa namun masih diperjualbelika, yaitu berupa biscuit, mie instan, penyedap masakan dan susu.

“dua hari ini ada beberapa yang kami periksa di toko-toko, ada biscuit, ada indomi, ada bumbu masako, susu. Tindaklanjutnya kami memberikan pembinaan, apabila melakukan pelanggaran itu akan ditindak sesuai dengan perundang-undangann yang berlaku” katanya

Selein itu, pemeriksaan juga dilakukan di pusat kuliner berbuka puasa di Wamena Mall, dengan cara uji cepat. Intensifikasi tersebut dilakukan bersama lintas sector yaitu dari pihak BPOM, kepolisian, Disperindag dan dinas Kesehatan

“ini dilakukan dengan cara uji cara cepat menggunakan teskit, pengjian yang dilakukan itu metanelialau pewarna dan rodamin be, kemudian borax dan formalin. Hasil pemeriksaan dari 40 sampel yang dilakukan aman” Ujara Maria Renata, merujuk hasil pemeriksaan selama dua hari di Wamena

Sementara itu, Sam Serebi Rumbino, Pengawas barang beredar  eksport –  import, Disperindag Jayawijaya mengatakan, pelaku suaha di jayawijaya suda punya kesadaran untuk tidak mengedarkan barang atau makanan tidak layak konsumsi

“jadi kadang barang-barang suda ekspayer mereka suda memang kumpul. Dan itu yang selalu kita sosialisasi buat teman-teman pedagang. Jadi mulai berapa tahun ini suda mulai penurunan, suda ada kesadaran dari pedagang-pedagang” ujar Sem Serebi Rumbino

Pewarta: JW Noken Wamena

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.