Kontrol Layanan Publik, JW Noken Latih Anggota Baru

Anggota Baru JW Noken sedang praktek liputan.

Wamena, nokenwene.com – Komunitas Jurnalis Warga (JW) Noken Wamena, sejak terbentuk pada tahun 2013 hingga saat ini terus bergerak menyuarakan berbagai permasalahan publik di Kabupaten Jayawijaya dan Pegunungan Tengah Papua.

Selain melakukan kegiatan liputan, komunitas tersebut juga aktif menggelar pertemuan rutin bulanan dan pelatihan jurnalistik bagi anggota JW baru melalui dukungan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) Jakarta.

Pada tanggal 03 – 04 Mei 2019, di Rumah Bina Wamena, Komunitas Jurnalis Warga Noken Wamena kembali menggelar workshop dasar jurnalistik (menulis dan liputan video) bagi 18 anggota JW noken di Wamena Kabupaten Jayawijaya.

“Yang terpenting dari berbagai pertemuan kita lakukan, termasuk pertemuan kita hari ini adalah bagaimana kita membangun kepedulian masyarakat, bagaimana masyarakat atau kita merasa peduli dengan masalah layanan public di sekitar kita danDan memban kepedulian dari pihak lain. Itu intinya” kata Ronny Hisage, fasilitator Komunitas JW Noken Wamena pada awal pengenalan JW Kepada para peserta.

Dirinya melanjutkan bahwa pada tahun politik seperti pemilu tahun ini banyak pihak disibukan dengan isu pemilu, terutama pemilu legislative , hampir semua orang berbicara tentang bagaimana calonnya bisa menduduki kursi legislative Jayawijaya. Pembicaraan tentang itu masih terus berlanjut hingga kini.

Nonton Juga Videonya di sini

“Tapi sesungguhnya apa yang diperjuangkan para calon dan pendukungnya, kelak tujuannya sama, dengan apa yang akan dilakukan jurnalis warga. Yaitu agar layanan public di masyarakat bisa memadai, kesejahteraan masyarakat terjamin” katanya.

Sementara itu, Ence Geong dari Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP) dalam pemaparannya lebih mengajak peserta untuk menggali berbagai masalah yang dihadapi di tempat tinggalnya masing – masing. Jangan bilang Papua itu tidak ada masalah.

“Karena hampir semua tempat di Papua ini sebenarnya banyak masalah, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dana desa, banyak orang meninggal dan lain sebagainya” kata Ence Geong.

Menurutnya, beranekaragam masalah itu tidak akan terungkap ke permukaan public dan tidak akan diketahui oleh siapapun termasuk pemerintah jika tidak ada yang mengungkapnya atau jika tidak diliput.

“Maka jurnalis warga penting untuk mengungkap semua persoalan tersebut, dengan menulis dan memberitakan ke media masa” ujarnya.

Lanjut Ence, mengapa penting bagi warga untuk menuntut hak atas layanan public yang baik, karena sejak kita lahir sampai dengan saat ini kita bayar pajak ke Negara, kemudian Negara bayar kepada penyelenggara Negara.

“Mulai dari presiden, gubernur, bupati sampai kepala kampung, itu dibayar dari uang rakyat, sumbernya dari pajak yang tiap hari kita belanja dan stor ke Negara, maka rakyat wajib menuntut hak atas harga yang dibayar itu” katanya lagi.

Anggota Komunitas Jurnalis Warga Noken Wamena sebagai peserta menilai penting pelajaran menulis ini disampaikan kepada warga dengan begitu warga bisa menulis dan memberitakan keluhannya oleh warga itu sendiri.

“Ini sangat membatu kita masyarakat untuk meliput beritanya sendiri dengan cara merekam video, foto dan lainnya, dan sebenarnya kegiatan ini harus diketahui oleh semua warga di Wamena ini” ungkap Simon Wuka, peserta workshop.

Selain melatih jurnalistik dasar, 18 peserta pelatihan juga dilatih liputan video menggunakan Handphone dan praktek liputan di lapangan.

Pewarta: Simaron Busop/ Juralis Warga Noken Wamena

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.