JW Sagu Dorong Partisipasi Warga Dalam Pembangunan

  • Whatsapp
Pelatihan Jurnalis Warga di SMK Negeri 1 Dekai
Pelatihan Jurnalis Warga di SMK Negeri 1 Dekai

 

Puluhan anak muda di Dekai mengikuti pelatihan jurnalistik di Aula SMK Negeri 1 Dekai, Selasa (06/11/2018). Pelatihan ini diselenggarakan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dalam kerjasama dengan Yayasan Teratai Hati Papua, SMK Negeri 1 Dekai dan nokenwene.com.

Muat Lebih

Dalam kesempatan tersebut sekaligus dilakukan launching Komunitas Jurnalis Warga Sagu Yahukimo yang dilakukan oleh Yoel Itlay, Anggota DPRD Yahukimo. Launching ini dilakukan secara simbolis sekaligus tanda dibukanya kegiatan pelatihan Jurnalis Warga bagi 35 peserta pelatihan. Enam orang dari 35 peserta pelatihan ini merupakan anggota Jurnalis Warga Sagu lama yang telah bergabung dan aktif dalam kegiatan JW Sagu sejak Maret 2018 lalu.

Yoel Itlay dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pelatihan jurnalis warga karena ada banyak hal yang bisa ditulis dan dipublikasikan namun masih kekurangan jurnalis. Selain itu jurnalis warga berperan penting untuk melakukan kontrol atas kinerja pemerintah.
“Pelatihan Jurnalis Warga ini penting agar adik-adik bisa menyampaikan informasi kepada publik dan menjadi alat kontrol bagi pemerintah”, ungkap Yoel Itlay dalam sambutannya.

Selain itu Yoel Itlay berharap agar para peserta pelatihan yang umumnya masih pelajar SMA bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik dan berlanjut dengan praktek menulis. Dirinya melihat hal ini sebagai dasar bagi para pelajar dalam melanjutkan pendidikan ke depannya.

“Pelatihan ini adalah dasar yang baik untuk melanjutkan pendidikan. Jika mengikuti pelatihan ini dengan baik dan dilanjutkan dengan membiasakan diri untuk menulis, maka nanti ketika kuliah adik-adik akan merasa sangat terbantu dalam membuat tugas kuliah. Selain itu adik-adik yang terbiasa menulis sejak saat ini akan mudah menyusun skripsi dan melakukan penelitian”, jelas Yoel.

Sementara itu, Fasilitator JW Sagu Yahukimo, Ence Geong mengungkapkan bahwa pelatihan JW ini dibuat untuk mendorong partisipasi kaum muda dalam pembangunan. Anak-anak muda bisa mendorong pembangunan yang berkeadilan dan tepat sasaran jika mengawasi pembangunan yang ada.

“Pelayanan publik menjadi fokus seperti pendidikan dan kesehatan. Ada banyak masalah dan juga hal menarik yang mestinya diangkat agar menjadi perhatian bersama namun karena kita kekurangan jurnalis maka tentu hal-hal itu tidak bisa diketahui publik dan pemerintah khususnya. Jurnalis Warga Sagu bisa berperan menyuarakan suara masyarakat yang selama ini tidak mendapat tempat”, ungkap Ence dalam sambutannya.

Selain itu, JW Sagu merupakan satu komunitas yang bisa menjadi model perdamaian ke depannya. Di tengah adanya konflik antara warga yang sering terjadi di Yahukimo, komunitas ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa perbedaan suku atau agama bukanlah sesuatu yang patut dipersoalkan. Komunitas JW Sagu bisa menjadi model perdamaian karena anggotanya terdiri dari berbagai suku yang ada di Yahukimo ini.

“Selain itu, para anggota baru ini terdiri dari berbagai suku di Yahukimo. Dengan bergabung dalam komunitas Jurnalis Warga, maka diharapkan muncul kesadaran akan pentingnya persatuan. Kelompok jurnalis warga yang terdiri dari berbagai anak muda dari beberapa suku di Yahukimo bisa menjadi contoh bagi masyarakat umumnya bahwa perbedaan suku bukanlah masalah tetapi merupakan kekuatan bersama untuk mendorong pembangunan yang tepat sasaran dan berkeadilan. Jadi kami berharap agar ke depannya persatuan anak muda dari berbagai suku ini bisa mendorong perdamaian di Yahukimo”, tambah Ence yang juga merupakan anggota Komunitas Film Maker Papuan Voices.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMK Negeri 1 Dekai, Musa Rumbiak menanggapi positif tawaran kerjasama dari kelompok Jurnalis Warga Sagu ini. Dirinya melihat kegiatan seperti ini adalah hal yang penting untuk dilakukan di Yahukimo ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengembangkan kemampuan anak didik di luar jam pelajaran. Karena itu saya menyambut baik tawaran kerjasama ini. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal untuk kerjasama selanjutnya”, ungkap Musa Rumbiak.

Musa Rumbiak menambahkan bahwa ada banyak hal yang sebenarnya bisa ditulis dan dipublikasikan. Namun anak-anak didik perlu dilatih terus menerus agar bisa mengembangkan diri dan peka terhadap kondisi sekitarnya.

“Kami berharap agar adik-adik yang mengikuti pelatihan ini bisa serius dan terus melatih diri dalam menulis sehingga bisa mengangkat hal-hal yang ada di sekitar sekolah dan lingkungan rumah. Selain itu, pelatihan ini bisa membantu adik-adik untuk menghidupkan majalah dinding di sekolah-sekolah”, tambah Musa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar

  1. certainly like your website but you need to take a look at the spelling on quite a few of your posts. A number of them are rife with spelling issues and I find it very troublesome to tell the truth nevertheless I’ll definitely come back again.