
Dekai, nokenwene.com – Bupati Yahukimo, Abock Busup menetapkan tanggal 30 Oktober setiap tahunnya sebagai hari Yahukimo Damai untuk mendorong perdamaian di Yahukimo. Hal ini diungkapkan Abock dalam acara perdamaian suku Kimyal dan Ngalik di halaman Kantor Bupati Yahukimo Selasa (30/10/2018).
“Tanggal 30 Oktober 2018 menjadi hari damai di Yahukimo dan setiap tahun dibuat ibadah biar ini menjadi sejarah atau kenangan setiap tahun sehingga jangan lupa untuk ibadah dan kita kenangkan masyarakat yang jadi korban. Karena itu saya menyatakan bahwa setiap tahun kita beribadah difasilitasi oleh Pemerintah”, ungkap Abock.
Selain itu bupati Abock pun menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Yahukimo akan memfasilitasi seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) setiap tiga bulan sekali.
“Dalam natal ini, Pemerintah telah berkomitmen untuk menyelenggarakan Seminar dan KKR dan puncaknya pada tanggal 11 Desember sebagai HUT Kabupaten Yahukimo sekaligus perayaan natal bersama Pemerintah dan masyarakat Yahukimo”, tambah Abock.
Hal ini diungkapkan Abock sebagai bentuk upaya pemerintah daerah Yahukimo untuk mencegah terjadinya konflik horizontal di Yahukimo pada waktu yang akan datang. Abock mengakui bahwa berbagai upaya pemerintah selama ini tidak membuahkan hasil termasuk dengan menaikan insentif pegawai.
“Dalam kepemimpinan saya dan pak wakil dalam dua tahun ini, sepertinya lebih banyak orang jahat. Kenapa orang jahat saja yang banyak, uang insentif kami naikan tetapi tidka bersyukur, tidak pernah kelihatan. Ada yang bilang pemalas masuk kantor, uang masuk rekening tetapi habiskan waktu di Jayapura tapi pemberontakan luar biasa. Kami sudah coba dengan berbagai cara tidak bisa”, jelas Abock dalam sambutannya.
Dirinya berharap dengan penetapan hari Damai Yahukimo tidak ada lagi orang yang ringan tangan untuk membunuh orang lain.
“Itu sebabnya tiap tiga bulan kita beribadah dan kita harapkan orang-orang yang ringan tangan untuk membunuh orang bisa bertobat”, harap Abock.
Pewarta: JW Sagu Yahukimo
