Jumat, 5 Juni 2020
Beranda Opini "Glue Sniffing": Persoalan Urban, Pecandu pada Anak

“Glue Sniffing”: Persoalan Urban, Pecandu pada Anak

Anak-anak sedang menghirup lem di Wamena

 

Oleh: dr. Indrajaya Manuaba*

Toluene (methylbenzene, toluol, phenylmethane) adalah aromatic hydrocarbon (C7-H8) yang umum digunakan sebagai bahan kimia pelarut industri dalam pembuatan cat, perekat/lem, pengolahan karet, farmasi, dan bahan sintetis lain. Toluene berbentuk cairan tidak berwarna, beraroma harum yang mudah menguap.

Semua perekat/lem (glue) yang beredar di pasaran mengandung toluene.

Dalam satu dekade belakangan ini, di sejumlah kota di Papua, seperti: Timika, Wamena, dan Jayapura, semakin nyata di ruang-ruang publik, di pasar, di emper-emper kawasan pertokoan/kios, perilaku kecanduan menghisap lem yang melibatkan anak-anak usia sekolah. Menyedihkan, amat sangat.

Mereka bergerombol, dalam kelompok sesama pecandu, umumnya belasan anak, umumnya pagi sampai siang hari, di depan emper-emper kios/toko, berwajah lusuh, pucat, namun “ceria”. Dengan mengumpulkan “pendapatan” dari perilaku vandal (trafficking), mereka membagi lem kaleng yang dibelinya, dalam “menu harian” berupa cairan kental lem yang disuguhkan dalam botol plastik air mineral kosong, dengan jatah merata di antara masing-masing anggota. Jatah tersebut umumnya akan habis menguap oleh hirupan penggunanya pada sore hari.

Entah bagaimana mereka, generasi muda urban ini bisa “tidak masuk sekolah”..?! Dan menjadi kawanan berisiko sosial seperti ini..? Padahal, sepatutnya mereka adalah bahagian dari generasi emas, yang mudah menerima pengetahuan, dan siap menemukan karakter dan jati-diri untuk menyongsong masa depan diri dan bangsanya.

Kemana orang dewasa yang seharusnya melindungi, menjaga, dan menuntun mereka?

Terhadap tubuh, toluene bersifat “lipophilic” (mudah menuju jaringan lemak). Setelah dihirup, zat hidrokarbon ini segera beredar di dalam sirkulasi darah. Dan efek seketika yang bisa dirasakan (dinikmati, oleh mereka yang telah menjadi pecandu) adalah peristiwa kimia di dalam jaringan otak. Toluene, seperti halnya kokain, kanabis, dan nikotin, menimbulkan efek adiksi (ketagihan/kecanduan), sebagai akibat terganggunya kesetimbangan biokimia di antara jutaan sel-sel saraf jaringan otak yang mengendalikan “instinct” seseorang; pecandu tidak lagi mampu mengendalikan “keinginan” dengan kesadarannya. Pengguna terperangkap di dalam “dunia palsu” berupa “euphoria” (rasa gembira), dan halusinasi.

Dampak serius lain yang akan dialami pecandu toluene adalah:
– disorientasi (bingung)
– depresi
– gangguan memori (daya ingat) dan menurunnya kecerdasan
– gangguan pendengaran dan penglihatan
– kelemahan otot dan menurunnya ketangkasan pergerakan tubuh
– kerusakan organ vital lain, yang bersifat fatal seperti: gangguan irama jantung, kerusakan jaringan paru, kerusakan jaringan hati, kerusakan ginjal.

Perlindungan sosial bahagian integral pembangunan.

 

Catatan: 

1. Tulisan ini diambil dari Facebook dr. Indrajaya Manuaba dan dipublikasikan di nokenwene.com atas izinan dr. Indrajaya Manuaba.

2. Menurut Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya pada 2016 ada lebih dari 600 anak yang hidup di jalanan kota Wamena.

 

 

Must Read

Kinerja Gugus Tugas Dipertanyakan, Pemda Yahukimo Jangan Tepuk Dada

Dekai,nokenwene.com--Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 di Yahukimo jangan tepuk dada terkait zona hijau Corona yang diungkapkan presiden Jokowi. Hal ini...

Besok Bandar Udara Nop Goliat Dekai Ditutup

Dekai,nokenwene.com--Bandar Udara Nop Goliat Dekai akan ditutup sementara besok Kamis (04/06/2020). Hal ini menjadi kesepakatan antara Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Anti Covid19 di Yahukimo...

Waspada Kelangkaan Pangan Akibat Corona, Warga Bikin Kebun Ubi Jalar

Wamena, nokenwene.com- Warga Kampung Obia dan Kumima Distrik Kurulu, Wamena membuka lahan baru kebun ubi jalar seluas 10 ha. Langkah itu sebagai upaya antisipasi...

Bupati Usman: Mahasiswa Tolikara di Seluruh Indonesia Bakal Terima BLT Covid-19

  Sentani,nokenwene.com-- Bupati Kabupaten Tolikara, Usman G. Wanimbo, mengatakan, Penyaluran Bantuan Sosial untuk mahasiswa asal Kabupaten Tolikara Papua, yang terdampak Covid 19 di seluruh Indonesia,...

Related News

Kinerja Gugus Tugas Dipertanyakan, Pemda Yahukimo Jangan Tepuk Dada

Dekai,nokenwene.com--Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 di Yahukimo jangan tepuk dada terkait zona hijau Corona yang diungkapkan presiden Jokowi. Hal ini...

Besok Bandar Udara Nop Goliat Dekai Ditutup

Dekai,nokenwene.com--Bandar Udara Nop Goliat Dekai akan ditutup sementara besok Kamis (04/06/2020). Hal ini menjadi kesepakatan antara Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Anti Covid19 di Yahukimo...

Waspada Kelangkaan Pangan Akibat Corona, Warga Bikin Kebun Ubi Jalar

Wamena, nokenwene.com- Warga Kampung Obia dan Kumima Distrik Kurulu, Wamena membuka lahan baru kebun ubi jalar seluas 10 ha. Langkah itu sebagai upaya antisipasi...

Bupati Usman: Mahasiswa Tolikara di Seluruh Indonesia Bakal Terima BLT Covid-19

  Sentani,nokenwene.com-- Bupati Kabupaten Tolikara, Usman G. Wanimbo, mengatakan, Penyaluran Bantuan Sosial untuk mahasiswa asal Kabupaten Tolikara Papua, yang terdampak Covid 19 di seluruh Indonesia,...

Elai Giban: Yang Selewengkan BLT Akan Diproses

Dekai,nokenwene.com--Pelaksanaan Harian (PLH) Sekretaris Daerah (Sekda) Yahukimo, Elai Giban mengatakan bahwa penyelewengan terhadap dana Bantuan langsung Tunai (BLT) akan diproses hukum. "Nanti perwakilan yang terima,...

2 KOMENTAR

  1. hi!,I like your writing very much! share we communicate more about your article on AOL? I need an expert on this area to solve my problem. May be that’s you! Looking forward to see you.

  2. Hello! I could have sworn I’ve been to this blog before but after browsing through some of the post I realized it’s new to me. Anyways, I’m definitely happy I found it and I’ll be book-marking and checking back frequently!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here