Sepuluh Film Dokumenter Bersaing Jadi Yang Terbaik

  • Whatsapp


Panitia Festival Film Papua II merilis Sepuluh Film Dokumenter terbaik dari Sembilan Belas Film Dokumenter yang diterima Panitia. Dalam rilis yang diterima nokenwene.com, panitia Festival Film Papua II memaparkan bahwa film-film yang diterima panitia umumnya berasal dari tanah Papua. Namun ada satu film yang berasal dari Jakarta.

Kesembilan Belas Film tersebut telah diberi penilaian oleh tiga orang Juri. Dari penilaian tim juri tersebut, 10 film akan berebutan menjadi yang terbaik dalam Festival Film Papua II di Jayapura.
“Tiga orang yang menjadi Juri adalah Zadrak Wamebu, Wensi Fatubun dan Veronika Kusumaryati. Ketiganya telah memberi penilaian atas semua film yang masuk”, ungkap Harun Rumbarar, Ketua Festival Film Papua II.

Muat Lebih

Tim Juri menilai film yang masuk dari aspek teknis dan non teknis mulai dari teknik pengambilan gambar hingga tentang kejelasan data dalam film.

“Hal-hal yang dinilai antara lain aspek teknis dan non-teknis. Aspek teknis mencakup teknis pengambilan film, kejelasan film, kejelasan suara, dan editing. Sementara aspek non-teknis antara lain cara penceritaan, alur cerita, kejelasan data, dan kekuatan isu yang diangkat”, jelas Rumbarar.

Berdasarkan hasil penilaian para juri tersebut panitia mengumumkan 10 film terbaik. Kesepuluh film tersebut berasal dari Nabire, Biak, Yahukimo, Keerom, Timika, Wamena dan Jakarta.

Kesepuluh Film tersebut adalah:
Cerita Ema karya Naomi Marasian & Yuliana Marasian (Nabire), Mamapolitan karya Indra Siagian (Jakarta), Kehidupan Pesisir karya Noak Sendinya Sada (Biak), Generasi Kayu Lapuk oleh Rizal Lani (Wamena), Isi Dalam Karung oleh Yonri Revolt (Timika), RPP (Resep Pendidikan Papua oleh Yosep Levi (Yahukimo), Dipenjara karya Straky Yalli (Timika), Maria Logo, Paud Suara Hati Ibu karya Kathrin Oester (Wamena), Tete Guru Kafudji karya Dion Kafudji (Keerom) dan Nit Meke karya Nelson Lokobal (Wamena).

 

“Festival Film Papua II akan dilaksanakan di Aula Museum Negeri Papua di Waena pada 7- 9 Agustus. Film-film yang diikutsertakan dalam FFP II ini nantinya akan discreening saat Festival. Pada hari pertama Festival akan diumumkan tiga film terbaik”, tambah Rumbarar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar

  1. I needed to post you a very little word in order to thank you so much as before just for the precious methods you have featured above. It’s simply surprisingly open-handed with people like you to make openly just what many individuals might have offered as an e book to get some profit for their own end, and in particular considering that you could have tried it if you considered necessary. Those strategies additionally acted as a great way to comprehend the rest have the same eagerness similar to my personal own to grasp whole lot more concerning this matter. I believe there are a lot more enjoyable situations in the future for those who take a look at your blog.