21 Orang di Distrik Pelebaga Jayawijaya dilaporkan Meninggal Tanpa Sebab

  • Whatsapp

Wamena,nokenwene.com – 21 orang di Distrik Pelebaga Kabupaten Jayawijaya dilaporkan meninggal dunia tanpa sebab yang jelas. Kepala Kampung Hitelowa, Distrik Pelebaga, Yermias Wuka kepada Noken Wene melaporkan adanya kematian tak wajar yang terjadi di sejumlah Kampung di Wilayah itu dalam beberapa waktu belakangan ini, yaitu dari Kampung Hitelowa, Kampung Wililomo, Kampung Inanekelok serta Kampung Aleak Distrik Pelebaga Kabupaten Jayawijaya.


“Sampai dengan tahun 2019 ini 20 orang tambah anak kecil satu 21 orang. yang lainnya orang besar. Ada yang meninggal habis kerja mau istirah meninggal, ada yang pas mau makan baru muntah-muntah baru meninggal. Sakit tidak ada tiba-tiba ini pak” Ungkap Yeremias Wuka kepada Noken Wene di Wamena, selasa (03/09/19)


Ia mengakui kematian itu terhitung sejak tahun 2014 lalu hingga 2019, akan tetapi Yeremias menilai hampir semua kematian warganya tidak wajar tanpa ada penyakit sebagaimana biasanya.


“Memang sejak tahun 2014 sudah lama tapi ini mati tiba-tiba terus, tidak ada sakit. Biasa orang meninggal sakit dulu to” ujarnya.


Yeremias Wuka Menjelaskan, dari jumlah tersebut 10 orang dari kampung Hitalowa, kampung tempat Ia memimpin, sementara 8 orang lainnya dari kampung Winilimo dan sisanya dari Kampung Inanekelok serta Kampung Aleak Distrik Pelebaga.


“Patris Wuka itu habis makan keluar dari rumah langsung meninggal tiba – tiba di halaman rumah, terus Awunem Kalolik pulang ke rumah mau ganti baju tiba-tiba sakit ke puskesmas tapi tutup jadi ke rumah sakit tapi meninggal, terus pak Tias Hilapok dia habis kerja pas mau mandi langsung meninggal. Baru yang anak kecil itu dia makan tapi muntah-muntah langsung meninggal. Jadi jumlahnya itu sudah 21 orang semua meninggal tiba-tiba” Ungkapnya.


Saat ditanya apakah mengetahui penyebab kematian tak wajar itu, Yeremias beserta warganya beranggapan akibat guna-guna atau santet sebagaimana kepercayaan warga setempat yang oleh warga menyebut “Imag gare”


“Itu imag gare, biasanya ada orang-orang khusus yang biasa bunuh orang” ujarnya menjelaskan kepercayaan Warga setempat tentang akibat kematian tersebut.


Terpisah Kepala Kampung Winiloma, Asaku Hilapok mengakui kematian tersebut dan menyatakan disebabkan santet.


“ya itu betul tapi akibat imag (santet) itu yang meninggal tapi saksinya belum jelas jadi. Ada orang yang buatan baru meninggal tiba-tiba” Ujar Asaku Hilapok dihubungi melalui sambungan telepon.


Kepala Distrik Pelebaga, Sem Hilapok yang dikomfirmasi membenarkan kematian tersebut tapi Ia tidak dapat memastikan jumlah sebenarnya. Ia menduga-duga bahwa kemungkinan itu anak-anak
“Mungki itu beberapa, mungkin paling lima, sepuluh (orang yang meninggal) itu mungkin ada anak-anak kecil ka di kampung-kampung, saya tidak tahu tapi, orang-orang besar itu mungkin tahun 2018 punya lagi mereka bicara ka mungkin” Ujar Kepala Distrik Pelebaga Sem Hilapok dihubungi via telepon.


“Tapi itu adalah imag, itu yang orang meninggal itu imagare itu yang buat dari mereka punya keluarga sendiri baru meninggal” Ujar Kepala Distrik yang kabarnya berada di Jayapura itu.

Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.