Pemerintah dan APMS Evaluasi Sistem Penyaluran BBM di Wamena

  • Whatsapp

Wamena,nokenwene.com – Penerapan sistem kartu dan rolling kenderaan, menjadi solusi dan kesepakatan pada pertemuan Pemerintah Daerah Jayawijaya dengan sejumlah pengusaha AMPS guna mengatasi antrian panjang kenderaan setiap pengisian BBM di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Penerapan sistem tersebut disepakati melalui pertemuan evaluasi antara Dinas Perindagkop Jayawijaya dan perwakilan APMS sebagai penyalur BBM yang difasilitai Pemda Jayawijaya.

“dari Pemerintah daerah dengan SKPD teknis (Perindagkop) dan OPD terkait bersama-sama dengan teman-teman dari APMS lakukan evaluasi terkait dengan distribusi BBM yang selama ini kita lakukan” Ujar Asisten I Setda, Tinggal Wusono, di Wamena, 02/07/19, usai memimpin rapat evaluasi tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan Asisten I tersebut sebagai evaluasi sekaligus untuk menjawab keluhan masyarakat selama ini terkait adanya antrian panjang saat pengisian BBM di Wamena.

“Evaluasi ini adalah bagian dari keluhan masyarakat tentang terjadinya penumpukan kendaraan pada saat antri kemarin-kemarin” ujarnya.

Pemda berharap, dengan adanya evaluasi ini dapat bersama-sama menjadi masukan bagi pemerintah dan pengelola APMS dalam melakukan perbaikan kedepan untuk selanjutnya menekan keluhan masyarakat tentang antrian panjang.

“dengan evaluasi ini sama-sama kita lakukan perbaikan baik dari pemerintah daerah maupun dari sisi teman-teman pengelola APMS, kami berharap dengan evaluasi ini kedepan pendistribusian akan semakin baik” Ujar Asisten I.

Tinggal Wusono berjanji, Pemda akan melakukan perbaikan sistem kartu yang ada dan melakukan rolling kendaraan secara adil di setiap APMS, sehingga tidak terjadi penumpukan dan antrian panjang.

Selain akibat sistem yang kurang tertata baik, antrian panjang BBM di Jayawijaya juga disebutkan akibat kuota BBM yang kurang yaitu hanya 1.165 KL per bulan.

“kuota kita saat ini tiga jenis: bensin solar dan minyak tanah, seribu seratus enampuluh kilo liter satu bulan, ini sangat kurang, itu yang saya punya dokumen surat belum di jawab (pertamiana)” Ujar Kepala Dinas Peridagkop Jayawijaya, Semuel Munua.

Dikatakan, untuk pengajuan penambahan kuota , dirinya sudah sering menyurat ke pihak pertamina namun hingga saat belum mendapatkan respon.

Pewarta: Jurnali Warga Noken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.