Hari Pentekosta, Momen Untuk GPdI Pegunungan Tengah Bersatu

Umat GPdI saat Ibadah di dalam Gereja/ JW Noken

Wamena, nokenwene.com – Umat Gereja Pantekosta di Indoesia (GPdI) Wilayah Pegunugan Tengah Papua menggelar ibadah bersama, pada perayaan hari pantekosta atau hari pencurahan rohol kudus. Dipusatkan di GPdI Jemaat Filadelfia Minimo, Distrik Asolokabal, Kab. Jayawijaya, minggu, 09/06/19.

Hari pantekosta atau pencurahan Roh Kudus ini diharapkan menjadi momen pemersatu umat GPdI se- Wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Hari Pentekosta adalah Hari yang diyakini umat kristiani dimana turunnya Roh Kudus di dunia, atau disebut pulah hari pencurahan Roh Kudus, setelah Yesus mati dan naik ke sorga, mengirim Roh Kudus sebagai penolong manusia di bumi.

“Melalui hari pantekosta ini kita GPdI bersatu, melalui pencurahan roh kudus ini kita bersatu untuk melayani Tuhan” ungkap Pdt. Matius Himan dalam khotba perayaan tersebut.

Dikatakan, dihari pantekosta ini, umat GPdI yang gerejanya menyandang nama pantekosta hendaknya terpenuhi roh kudus, karena jika manusia dipenuhi roh kudus akan terhindar dari perbuatan-perbuatan duniawi

“mari mengisi roh terang, roh kudus dan tunjukan pada dunia dengan berbuat baik. Jangan dengan roh jahat lalu membuat kejahatan. Hari pantekosta ini kita bersatu untuk berbuat baik” ajak Pendeta Himan,

Umat GPdI di halaman Gereja, karena di dalam tidak muat / JW Noken

Merujuk Khotbah Pendeta, Sekda Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo,  dalam arahan iabdah tersebut Mengajak pengururs dan umat Jemaat GPdI di wilayah pegunungan tengah bersatu tanpa ada perpecahan di internal gereja.

“umat GPdI di Pegunungan, mari kita jadi satu, tidak boleh ada perbedaan satu dengan yang lain” ajak sekda.

Dikatakan, pesan persatuan ini perlu disampaikan karena beberapa denomenasi gereja di Jayawijaya dan Papua ini sedang mengalami perpecahan hingga dualism kepengurusan.

“hal ini saya bicara dimomen ini karena, kita tidak usa bicara agama yang lain dengan gereja, di gereja saja suda ada perbedaan satu gereja dengan gereja yang lain.  Karena Alkitab yang kita baca ini Tuhan Yesus yang kita percaya cuma satu ” ujar sekda

Umat GPdI di halaman Gereja, karena di dalam tidak muat / JW Noken

Oleh karenanya Ia mengajak umat GPdI yang ada di Pegunungan Papua, mari rapatkan barisan, jadi satu untuk memuliakan nama Tuhan melalu persatuan gereja yang kokoh.

Ibadah perayaan Hari Pantekosta itu selain dihadiri Bupati melalui Sekda, juga hadir Kaplres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya, Kasdim Kodim 1702 Jayawijaya, Mayor Inf. Justik, mewakili Dandim, Sekretaris FKUB, Pdt. Alexander Mauri serta para pimpinan dan jemaat GPdI dari beberapa Majelis Wilayah Pegunungan Tengah Papua

Pewarta: Pewarta: Hora/ Jurnalis Warga Noken Wamena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.