Ini Sikap PGGJ Atas Insiden di Pasar Wouma

  • Whatsapp
Suasana pasar Wouma /ist
Suasana pasar Wouma tampta sepih /ist

Wamena, nokenwene.com – Persekutuan Gereja-gereja Jayawijaya (PGGJ) merilis pernyataan sikap atas insiden di Pasar Wouma,  rabu, 24/4/19, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Setidaknya 9 poin pernyataan disampaikan PGGJ

“Menyampaikan permohonan maaf yang sebear2nya atas insiden yang dipicu oleh pengaruh minuman keras di Pasar Woma”poin pertama pernyataan PGGJ

Pada poin ke dua, PGGJ Menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas kematian salah seorang anggota Keluarga Batak di Wamena.  Selanjutnya  menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada Pemda Jayawijaya dan Forkopimda dalam menjalankan Pembangunan di Kab. Jayawijaya dalam hal ini upaya menciptakan Wamena sebagai Kota Dani (damai, aman, nyaman dan indah)

“mendukung Aparat Penegak Hukum dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di Kab. Jayawijaya melalui pemberantasan berbagai penyakit masyarakat, termasuk miras, judi/togel dan prostitusi. Dan mendukung TNI/POLRI utk melaksanakan tugas sesuai protap yang berlaku. Termasuk tembak di tempat bagi pelaku anarkis” bunyi pernyataan poin ke-4

Bagian ke-5,  PGGJ memohon kepada pihak korban untuk memaafkan dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan

“Mengingat Jayawijaya adalah Rumah Bersama bagi semua orang dari berbagai penjuru Nusantara maka marilah kita bersama bertanggungjawab untuk menciptakan situasi yang kondusif” PGPG,  pernyataan selanjutnya

Lebih jauh pada poin ke-7, PGGJ Mengajak berbagai paguyuban yang ada di Wamena untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam hidup bermasyarakat dan menjunjung tinggi rasa kebersamaan dalam kesatuan dan persatuan berbangsa dan bernegara.

“Meminta partisipasi masyarakat utk memberikan informasi tentang para peminum, penjual dan pembuat minuman lokal maupun minuman bermerek kepada Polres Jayawijaya utk ditindak tegas” sikap ke-8 PGGJ

Selanjutnya di poin terakhir PGGJ
meminta penegak hukum agar memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada penjual dan pembuat minuman keras dengan hukuman penjara lebih  lama, denda yang tinggi dan dipulangkan ke tempat asalS

Sebelumnya pada rabu, 24/4/19, kerusuhan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pemuda yang mengkonsumsi miras lokal telah mengakibatkan dua orang warga sipil menjadi korban dan salah satunya meninggal dunia

Akibat dari itu, Paguyuban Nusantara berkomitment untuk ikut turut berduka dengan aksi tidak membuka kios dan toko.

Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.